KUPANG, kabartravel.com – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Marius Ardu Jelamu, mengucapkan hospitality (keramahan) petugas hotel non-berbintang di wilayah NTT masih rendah.
Hal itu disampaikan Marius dalam rapat kerja daerah DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTT di Hotel Ima Kota Kupang, Kamis (29/3/2018).

Marius mengatakan pihak pemerintah akan meminta pengurus PHRI untuk segera melakukan evaluasi, karena keluhan itu juga disampaikan.

Menurut Marius, khusus untuk hotel berbintang yang ada di Kota Kupang, hospitality masih cukup baik jika dibandingkan di kabupaten lainnya.

“Terus terang hospitality kita masih jauh (dibanding kabupaten lainnya). Saya ke mana-mana selalu berpindah-pindah hotel, hanya untuk mengetes apakah resepsionis kita ramah, atau tidak. Saya tes mulai dari satpam hingga resepsionis hingga kondisi kamar,” jelas Marius.

Marius mengaku, belum lama ini ia berada di Labuan Bajo, Manggarai Barat dan mencoba menginap di salah satu hotel.

“Saya mulai menegur satpam hingga resepsionis. Saya tegur mereka karena tidak senyum. Saya bilang saya datang bawa uang untuk kamu, jadi kamu harus senyum. Dia langsung senyum dan menyapa saya,” ungkap Marius.

Ternyata, lanjut Marius, pengamatannya yang sederhana soal hospitality hotel yang masih rendah juga yang diteliti secara ilmiah oleh beberapa ilmuwan dari Politeknik Negeri Kupang. Mereka melakukan penelitian terkait penilaian wisatawan terhadap sejumlah hotel di NTT.

“Pada umumnya mereka bilang hospitalitybaik, tapi itu relatif. Kita sendiri harus mengkritik diri. Tapi sebagai kepala dinas saya harus mengatakan bahwa Sapta Pesona harus tetap diperjuangkan baik di hotel maupun restoran kita,” ujarnya.

Muhammad Rezki

Sumber:KompasTravel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here