Kepala Biro Kabarpolisi Media Group Kalimantan Tengah bersama Panglima Ba’Onk.

Palangka Raya, Kabartravel.com – Napak Tilas Tumbang Anoi yang dilaksanakan di Komplek Betang Tumbang Anoi Kecamatan Damang Batu Kabupaten Gunung Mas telah selesai seminggu yang lalu. Acara Akbar yang dihadiri oleh masyarakat dan tokoh-tokoh Dayak Kalimantan, dan tokoh Dayak Internasional itu merupakan agenda tahunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Semuanya telah berlalu, tapi ada satu hal yang menarik dari acara tersebut, yaitu ada nama yang dikenang. Dia adalah Lahes Jagau atau yang biasa dipanggil Panglima Ba’onk.

Saat awak media Kabarpolisi Media Group bertemu dengan Panglima Ba’onk, banyak cerita masalah adat dan budaya Dayak yang dibicarakan bersama laki-laki kekar ini. “Saya sangat menghargai adat dan budaya leluhur saya. Orang Dayak memiliki keragaman budaya dengan ciri khas masing-masing. Seperti di Sintang Kalimantan Barat di mana saya dilahirkan, memiliki adat dan budaya khas Dayak yang mungkin berbeda dengan Suku Dayak di tempat lain. Tapi kami orang Dayak selalu menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan persaudaraan,” ujar lelaki bertato dan berbadan kekar ini.

Lebih lanjut Panglima Ba’onk menyampaikan, ” Saya memang asli Kabupaten Sintang Kalimantan Barat. Tapi saya tinggal di Jakarta. Di sana saya mengelola organisasi yang bernama Komunitas Nansarunai di Jakarta. Sebagai aktivis Pelestari Budaya Dayak, saya selalu berkoordinasi dengan aktivis Budaya Dayak Kalimantan di daerah-daerah lain.”

Panglima Ba’onk adalah salah satu Putra Dayak yang sungguh-sungguh ikut ambil bagian melestarikan Budaya dan adat-istiadat orang Dayak. Waktu berbicara pada acara Napak Tilas Tumbang Anoi, Panglima Ba’onk membela para wartawan alias jurnalis. Bebernya, “Bagaimana rekan-rekan wartawan bisa sejahtera kalau Pemerintah tidak memperhatikan mereka. Seharusnya rekan-rekan jurnalis lebih diperhatikan, karena mereka adalah salah satu corong pembangunan. Dari merekalah masyarakat mengetahui perkembangan pembangunan.”

Demikian sekelumit tentang Panglima Ba’onk, Putra Dayak yang bermukim di Jakarta dan selalu memperkenalkan Adat dan Budaya Dayak.

Eman Supriyadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here