Oleh : Chysrisnanda

Pariwisata bukan semata mata berlibur dan menikmati sesuatu. Pariwisata merupakan sesuatu yang holistik atau sistemik saling terkait satu dengan lainya. Beberapa faktor yang menjadi pilar pariwisata :

Karakter dari tempat, situs, bangunan, seni, kebudayaan, masyarakatnya yang dapat dikategorikan memiliki :

Keunikan, Keunggulan,Keistimewaan,Keindahan, Kenyamanan,Keamanan, Kemudahan/ kelancaran,Kebanggaan, sejarah, ceritera, mitos, ikon dan sebagainya.

Sarana-sarana pendukung yang berupa infrastruktur (hotel/ penginapan, tempat-tempat kuliner, tempat oleh-oleh, barang-barang marchendise/ kerajinan/ apa saja yang khas daerah lokal maupun nasional, tempar-tempat hiburan (nongkrong, bersantai), tempat- tempat belanja kebutuhan hidup keseharian/obat-obatan, jalur-jalur penghubung (transportasi, tempat-tempat interchange antar moda (darat, laut, udara, kereta api).

Di era digital pendukung-pendukung modernitas untuk keamanan, kenyamanan, kelancaran, kemudahan menjadi bagian penting juga bagi pariwisata.

Ada ceritera, dongeng, konsep, pemikiran, yang dikemas dan dimarketingkan dengan penuh makna dan ceritera sesuai konteks pariwisatanya.

Konsep, ceritera, dongeng akan memberikan sesuatu yang berbeda, sebagai sesuatu yang mendorong orang lain ingin mengetahui, ingin merasakan/ menikmati baik jasmani maupun rohani. Pariwisata bisa dibangun dengan membuat/ mencatat sejarah, yang bisa bernuansa : religi, kesenian, kebudayaan, peninggalan- peninggalan masa lalu, menjadi petilasan orang-orang terkenal atau berkaitan dengan legenda-legenda, mitos dan mistispun menjadi aroma keunikan.

Sistem-sistem pelayanan publik yang prima baik untuk : keamanan, keselamatan, administrasi, informasi, hukum maupun kemanusiaan, yang dapat dirasakan secara signifikan : cepat, tepat, akurat, transparan, akuntabel, informatif dan mudah diakses.

Sistem marketing yang mampu menunjukkan 4 point diatas sebagai bagian dari keunggulanya, mengapa dan bagaimana serta apa perlunya mengunjungi.

Ke 5 point pilar pariwisata ini bukanlah datang tiba-tiba melainkan di design, dibangun dan terus dikembangkan sesuai dengan konteksnya, sebagai contoh :

1. Pariwisata religi (disesuaikan dengan agama dan keyakinan keagamaan yang harmoni dari warga setempat maupun dengan pengunjung;

2. Wisata seni dapat menunjukkan bagimana pola, proses pembuatan hingga senimannya; 3. Wisata sejarah dapat menunjukkan apa yang ada sesuai dengan mitos, ceritera bahkan sejarahnya;

4. Wisata flora dan fauna, ditunjukkan apa yang menjadi ikonnya;

6. Wisata heritage dari tokoh/ orang-orang yang dianggap menjadi pahlawan atau yang membuat sejarah;

7. Wisata alam (gunung, pantai, perkebunan, pertanian, sekitar hutan dan sebagainya),;

8. Wisata adat/ kebudayaan lokal;

9. Wisata science dan teknologi; 10. Wisata edukasi (taman bermain, musium, dan sebagainya);

11. Wisata bencana (pada lokasi-lokasi yang hancur terkena bencana); 12. Wisata olah raga dan sebagainya. Pariwisata ” hidup dan menghidupi” : memberi semangat untuk terus dapat hidup dan berkembang,Sadar, tanggung jawab dan disiplin untuk menjaga : keamanan, keselamatan, keindahan, kebersihan, kelancaran,

Menghormati perbedaan, menghargai orang lain

Merawat, melindungi kelestarian alam, seni budaya, hidup dan kehidupanya,
Menjadi entrepreneur,Anti KKN dan premanisme, dan banyak hal lainya yang kontra produktif.

Terimakasih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here