LOMBOK, BALI, MANDEH

0
87

Kawasan Wisata Mandeh “Raja Ampat” dari Minangkabau pemandangan lautnya lebih hebat dari Bali dan Lombok. Itu pendapat pribadi saya.

Saya subjektif?

Bisa jadi. Karena suami saya berasal dari Tanah Minang. Tepatnya Payakumbuh.

Tapi dua hari menyusuri Kabupaten Pesisir Selatan khususnya Mandeh dan Bukit Langkisau, saya menemukan pesona alam yang tiada duanya di Mandeh.

“Pemandangan alam Mandeh luar biasa Pa. Lewat Bali dan Lombok,” kata Ben Tanur suami saya yang sering traveling ke Bali, Lombok, Belitung dan Sabang.

Jujur, saya memang penggila laut dan pantai.

Dengan perahu tempel bersama suami, seharian saya menyusuri 14 pulau kecil yang ada di Kawasan Wisata Mandeh. Satu pulau bernama Cubadak, konon dikelola orang asing dan hebatnya kita sebagai pribumi tak bisa menikmati pasir putih pulau tersebut.

“Mendekat saja tak boleh. Pulau itu disewakan ke orang Italia,” kata Rafli pemilik perahu tempel yang menemani saya menikmati pesona alam Mandeh. Rafli juga adalah koresponden media online kabarpolisi.com untuk wilayah Pesisir Selatan.

Ada apa denganmu Pulau Cubadak?

MANDEH

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan jalan akses sepanjang 41,08 Km ke Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Wisata Mandeh yang berada di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

“Akses jalan yang semakin baik akan menunjang perekonomian masyarakat di kawasan wisata Mandeh yang dikenal dengan pulau-pulaunya yang eksotis dan wisata baharinya,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam siaran pers yang diterima Antara Jakarta, Rabu seperti ditulis Tempo.co

Disebutkan jalan dengan suguhan pemandangan indah Samudera Hindia akan menyertai para wisatawan karena sebagian besar ruas jalan berada di tepi laut.

Sebelumnya untuk menuju kawasan wisata Mandeh, lebih banyak menggunakan kapal karena kondisi jalan yang sempit dan berbukit. Kini waktu tempuh ke kawasan tersebut dari Kota Padang sekitar 1-1,5 jam.

Pembangunan jalan akses wisata Mandeh merupakan salah satu dukungan Kementerian PUPR untuk pengembangan destinasi wisata baru seperti Kawasan Mandeh guna mencapai target kunjungan 20 juta wisatawan asing pada 2019 ke Indonesia.

Sektor pariwisata menjadi salah satu program Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk meningkatkan devisa dan investasi .

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan dengan terbangunnya akses jalan akan meningkatkan akselerasi pengembangan destinasi wisata Mandeh sebagai destinasi baru di Sumbar.

Pembangunan jalan akses wisata Mandeh dilakukan secara bertahap oleh Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional III Padang, Ditjen Bina Marga.

Dalam kurun waktu 2015-2017, telah berhasil diselesaikan sepanjang 16 km dengan lebar 6 meter dengan anggaran total Rp 88,26 miliar.Sementara 25,08 Km diselesaikan pada tahun 2018 lalu.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional III Padang, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR, Aidil Fiqri mengatakan, saat ini seluruh jalan akses wisata Mandeh sudah seluruhnya rampung dengan kondisi jalan teraspal.

Jalan akses Wisata Mandeh akan meningkatkan konektivitas jalan mulai dari Teluk Kabung – Sungai Pisang – Sungai Nyalo – Mandeh – Carocok – Tarusan.

Dengan terbangunnya jalan akses ke wisata Mandeh, akan mendukung alternatif wisata baru di Provinsi Sumatera Barat selain Kota Bukittinggi.

Terlebih kawasan wisata Mandeh ditunjang dengan kondisi pemandangan alamnya, baik pegunungan dan lautannya yang sering dijuluki “Raja Empat”-nya Sumatera di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Kawasan Mandeh seluas 18 ribu hektare terletak di Pantai Carocok, Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan. Jaraknya hanya 56 kilometer dari Kota Padang.

Kawasan Wisata Mandeh memiliki pemandangan yang indah, dengan teluk yang berlekuk-lekuk serta gugusan pulau-pulau kecil di depannya. Tempatnya masih alami dengan pantai yang berpasir putih. Lautnya yang biru kehijauan diperkaya terumbu karang serta mangrove.

Dalam mengembangkan kawasan wisata Mandeh, kelompok pegiat pariwisata di Sumatera Barat, yang dimotori mantan Ketua Bappenas Andrinof Chaniago, mendorong masyarakat di Mandeh mengelola wisata berbasis masyarakat. Pegiat pariwisata mendirikan koperasi bersama masyarakat untuk mengelola Mandeh sejak Januari lalu.

Tiga etahun terakhir, para pegiat wisata sudah melakukan sosialisasi tentang potensi wisata Mandeh. Selain itu, dilakukan pembentukan kelompok ekowisata untuk mengelola usaha wisata, seperti kuliner, kerajinan, seni tradisi, perahu, pemandu wisata, pemandu selam, dan homestay.

Kelompok masyarakat sudah dilatih untuk menekuni usaha kuliner. Dalam pelatihan, dihadirkan chef berpengalaman di Padang. Banyak potensi kuliner yang khas di Mandeh yang layak ditonjolkan, seperti rendang gurita, rendang lokan, udang, dan makanan seafood lainnya. Bahan bakunya sangat banyak di laut Mandeh.

Elga Agustin Thamrin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here