GUNUNGKIDUL, kabartravel.com – Pagelaran wayang kulit dengan lakon Bima Sena dengan dalang Ki Purbo Asmoro, S.Kar, M.Hum menjadi pertunjukan pamungkas dalam Festival Seni Budaya Karang yang telah di gelar selama sepekan 24-29 September di alun-alun Tiban Dusun Karang, Desa Karangsari, Kecamatan Semin, Gunungkidul, Yogyakarta.

Festival Seni Budaya Karang dengan tema Menjaga Budaya, Merawat Indonesia ini menampilkan kesenian tradisional dalam rangka acara tahunan dalam menyambut sedekah bumi (rasulan), dan juga menanamkan jiwa nasionalisme dalam bentuk kecintaan kepada budaya lokal dan tradisional, Joko Triwahyudi penggas sekaligus pimpinan produksi dalam acara festival Seni Budaya Karang ini megungkapkan kepada media Sabtu malam (28/09/19).

“Tujuan dari digelarnya Festival Seni Budaya Karang sebagai upaya mempertahankan kebudayaan di tengah era globalisasi saat ini, selain itu juga untuk menanamkan jiwa nasionalisme dengan cara mencintai kebudayaan tradisional dan kearifan lokal kepada generasi muda, jangan sampai kita kepaten obor istilahnya mas,” katanya.

Joko juga menambahkan selain untuk melestarikan kebudayan event seni dan pertunjukan ini juga untuk melatih para generasi muda dalam mengorganisir dirinya dalam bentuk sebuah pertunjukan seni.

“Selain memperkenalkan budaya kepada anak muda saya mau memberikan pembelajaran bagaimana mengatur atau membuat sebuah seni pertunjukan atau kalo sekarang bahasa kerennya EO (event organizer) mas, Karna dari EO ini anak-anak muda bisa membiasakan bertanggung jawab atas tugas yang di berikan,” tambahnya.

Dengan digelarnya Festival Seni Budaya Karang ini, Joko berharap pemerintah Kabupaten atau pemerintah provinsi tidak menutup mata dan dapat mengapresiasi kegiatan ini, apalagi Gunungkidul juga bagian dari provinsi Yogyakarta yang memiliki julukan istimewa.

“Saya berharap ada peran serta pemerintah, bukan hanya pemerintah Kabupaten saja namun pemerintah provinsi, kita kan tinggal di daerah istimewa mas, masa acara seperti ini tidak direspon pemerintah provinsi, kan kebangetan,” harapnya sambil berkelakar.

Festival Seni Budaya Karang yang menargetkan 10.000 penonton ini menelan biaya 200 juta ini melibatkan semua unsur masyarakat yang berada di Dusun Karang. (WAP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here