LIMA PULUH KOTA –
Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) betul-betul menjadi daerah tujuan bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Beberapa objek wisata yang ada menjadi tujuan mereka untuk berlibur, tidak terkecuali beberapa komunitas otomotif Indonesia. Potensi salah satu daerah tertua di Provinsi Sumatera Barat ini, memiliki magnet yang kuat jika dieksploitasi secara profesional.

Hal tersebut diakui Ketua JK Owners Indonesia, Bagus, ketika melakukan tour explore Sumatera ke tiga kawasan objek wisata Lima Puluh Kota, yakni ke BPTU Padang Mengatas, Harau dan Kelok Sembilan, sepanjang, Senin (24/4).

“Kami baru tahu, Lima Puluh Kota benar-benar indah seperti surga,” kata Bagus dalam sambutannya.

Rombongan peserta tour explore Sumatera komunitas mobil super mewah Rubicon, yang mayoritas berlatar belakang pengusaha dan pejabat di pemerintahan dan swasta itu disambut langsung Wakil Bupati Ferizal Ridwan.

Suguhan kesenian Minangkabau antara lain tari Pasambahan dan Tari Piring menjadi daya tarik tersendiri bagi rombongan, bahkan sebagian dari mereka ikut menari mengikuti liukan gerak para penari.

Dalam sambutannya, kepada peserta Tour explore Sumatera, Wabup Ferizal Ridwan sempat mempresentasikan berbagai tempat wisata Lima Puluh Kota, yang kini menjadi destinasi wisata Sumatera Barat. Diantaranya, BPTU Padang Mengatas, yang merupakan salah satu sentra peternakan sapi yang lebih dikenal sebagai “New Zeland Indonesia”.

“Selain New Zealand Indonesia, khusus potensi wisata alam, kita juga punya Lembah Harau, yang jika boleh saya katakan, tidak ada duanya di Indonesia. Harau memiliki potensi wisata alam dengan suasana tebing curam yang tinggi dan air terjunnya yang indah,” sebut Ferizal.

Selain Harau, Wabup juga menyebut Kelok Sembilan, yang juga memiliki magnet wisatawan. Ferizal menyebut jika didukung semua pihak, baik dari pemerintah provinsi, pusat dan para investor, daerah ini akan makin cantik ke depannya.

Pemerintah daerah Luak Nan Bungsu, lanjutnya, sangat membuka diri dan wellcome kepada para tamu yang ingin berkunjung dan berinvestasi di Lima Puluh Kota. Tak hanya wisata alam, ia menyebut, Lima Puluh Kota kaya potensi wisata sejarah, karena menjadi basis perjuangan pahlawan hingga pendiri bangsa.

“Untuk sejarah, daerah ini merupakan daerah basis perjuangan PDRI. Daerah kita ini juga kampungnya Bapak Republik Tan Malaka serta orang tuanya Muhammad Hatta. Kita sudah menuangkan pengembangan potensi ini dalam visi-misi kepala daerah dan RPJM Daerah kita,” katanya.

Bersama Bagus, Ketua komunitas JK Owner Indonesia dari Jakarta, turut hadir dalam touring itu, Ketua Cabang Pekanbaru, Riau, Edi Cong. Komunitas mobil Rubicon yang berdiri sejak tahun 2010 itu, katanya, beranggota ratusan orang di seluruh Indonesia.

“Tujuan kita sebelumnya, hanya empat kota, yakni Jakarta, Lahat, Bukittinggi dan Pekanbaru. Tapi karena ada dukungan dari Pak Wakil Bupati Ferizal Ridwan, kita akhirnya memutuskan memasuki daerah Lima Puluh Kota. Kita sangat beruntung, bisa ke Lima Puluh Kota,” sebut Bagus dan Edi Cong mengekspresikan kekagumannya.

Editor: Rino Chandra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here