KUASING, Kabartravel.com – Berbicara tentang Pacu Jalur Kabupaten Kuantan Singingi memang tidak ada habisnya karena Festival Pacu Jalur ini sarat nilai. Ada banyak pesan yang ingin disampaikan.

Hal ini pun sangat menginspirasi. Bagaimanapun, Festival Pacu Jalur tersebut merupakan event yang besar,” 

Ada beragam kemeriahan yang ditampilkan di festival ini. Wisatawan tentu akan mendapatkan sajian terbaik. Sebab, proses dari Pacu Jalurnya sendiri ini juga sangat panjang.
 
Perhelatan pacu jalur rayon 3 yang dimulai pada hari kamis tgl 25 Juli 2019 sampai dengan 27 Juli 2019 yang di ikuti oleh 60 buah jalur dilaksanakan di Desa Lubuk Terentang Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.

Nah momen tuan rumah ini tidak di sia siakan oleh masyarakat, mahasiswa dan beberapa komunitas yang ada di Kecamatan Gunung Toar. Dulu kegiatan pacu jalur ini hanya terpaku kepada hilirnya 2 buah jalur andalan desa masing-masing hingga sampai di hari final dan perolehan peringkat, namun setelah kegiatan pacu jalur usai, kenangan tinggal dan sampahpun tinggal.

Berangkat dari realita ini Himapeda-GT dan mahasiswa kukerta Gunung Toar juga beberapa komunitas mengadakan kegiatan grebek sampah. Hendri Willianto sebagai PJ Kades Lubuk Terentang sangat mengapresiasi kegiatan grebek sampah ini, karena merupakan kegiatan yang produktif.

Kemudian ia juga berpesan untuk menjaga keamanan demi kelancaran kegiatan tahunan ini sesuai dengan falsafah budaya pacu jalur yakni merajut tali persaudaran melalui budaya pacu jalur ini. Kemudian ada yang menarik di Rayon 3 ini yakni malam harinya di tepian pantai Lubuk Terentang akan ada randai. (Padri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here