SAWAHLUNTO, Kabartravel.com – Belum satu bulan ditetapkannya Ombilin Coal Mine Heritage of Sawahlunto sebagai Warisan Dunia UNESCO, wisatawan domestik dan mancanegara mulai berdatangan ke Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Untuk melihat dari dekat situs penambangan bawah tanah tambang batubara  Ombilin yang sudah berusia satu abad lebih.

Kamis (1/8) siang, 12 mahasiswa dari 12 negara di dunia yang mendapatkan program bea siswa bidang seni dan budaya dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negri RI menginjakan kaki  pertamakalinya untuk melihat situs penambangan itu, selain mengitari destinasi wisata menarik lainnya yang ada di Kota tambang tua tersebut.  

Mereka adalah, Gabi Lahui ( Papua New Guinea), Renneta Nikolova Koleva ( Bulgaria, Veraningsih ( Surakarta, Indonesia, Maurycy Henryk Zylber ( Polandia), Matilde Secca ( Portugal), Inia Barry Vusoniasi ( Fiji)

Vesna Majstorovic ( Bosnia Herzegovina), Kititat Sittishatit ( Thailand), Isabelle Eva Torriero ( Australia), Kiran Pavaskar ( India ), Young Taek Hong ( Republic of Korea) dan Nguyen Thi Hau ( Vietnam).

Sebelum menuju objek destinasi, mereka dijamu makan siang di kediaman resmi Wako Deri Asta didampingi Ny.Yossi Deri Asta, Kadis Kebudayaan peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Halomoan, Plt.Kadis Pariwisata Radam, Kadisdik Asril, dan sejumlah sejumlah staf dari dinas terkait.

Terlihat mereka menikmati sajian masakan Minang yang mulai cocok dengan lidah dan selera mereka, sehingga para mahasiswa tersebut tak sungkan makan batambuah.

“Saya sangat suka dan menikmatinya” kata salah seorang tamu dari belahan benua Eropa itu.

Wako Deri Asta memperkenalkan kepada mereka sejarah Kota Sawahlunto yang erat kaitannya dengan penambangan batubara tambang Ombilin yang mulai dieksploitasi pada akhir abad ke 19, hingga akhirnya memperoleh pengakuan sebagai Warisan Dunia UNESCO dalam sidang ke 43 World Heritage Committe di baku, Republik Azerbaijan, 6 Juli 2019 lalu.

Sementara itu, Ny. Ade Yusaf, pimpinan rombongan sekaligus pembina mahasiswa dan pemilik sanggar Sofiani Padang yang dipercaya Kementerian Luar Negeri RI untuk melatih tari dan musik Minang kepada mahasiswa itu mengatakan, ke 12  mahasiswa itu datang ke Indonesia 12 Mei 2019 silam untuk mengikuti program bea siswa dalam mempelajari seni budaya Minang.

Nantinya, kata Ade Yusaf, kegiatan mereka akan berakhir dalam penutupan program tersebut 13 Agustus 2019 di Banyuwangi Jawa Timur.

Karena masih adanya waktu, para mahasiswa yang memperoleh bea siswa dari Pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri ini berkesempatan untuk melihat dari dekat kultur dan budaya masyarakat lokal termasuk Sawahlunto. 

Bea siswa yang diberikan pemerintah Indonesia itu bertujuan untuk promosi seni dan kebudayaan Indonesia di negara mereka masing-masing, bekerjasama dengan Kedubes Indonesia di negara tersebut. Selama mereka belajar tari dan kebudayaan di Sanggar Sofiani Padang, antusiasme belajar mereka cukup tinggi. (id)   

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here