Palangka Raya, Kabartravel.com –  Tradisi adat Dayak, Mambaleh Bunu atau Mangayau Danum, sebuah upacara ritual yang diselenggarakan masyarakat Dayak, Kalimantan bila ada warganya yang meninggal tenggelam.

Senin pagi (26/8/2019) masyarakat Sei Gohong dan sekitarnya berbondong-bondong ke tepi Sungai Rungan untuk menyaksikan sebuah ritual. Ritual diselenggarakan menyusul pada Minggu sore (11/8/019) lalu, Rocky Hari Yulianto, mahasisiwa UGM Yokykarta yang melakukan KKN di Palangka Raya tenggelam di sungai Rungan Sei Gohong, Kec.Bukit Batu, kota Palangka Raya.

“Mambaleh Bunu adalah bahasa Sangiang, artinya dengan Mangayau Danum dalam bahasa manusia (orang Dayak Kalimantan Tengah). Kita adakan acara ini agar masyarakat Sei Gohong dan beberapa kelurahan tetangga tidak ditimpa hal yang sama,” sebut Rubianto, salah seorang Rohaniawan daerrah tersebut menjelaskan.

Sementara itu Rohaniawan Basir Hindu Kaharingan, Sika, menambahkan, “upacara adat ini juga bertujuan agar roh yang meninggal saat itu bisa sampai dengan selamat ke asalnya.”

Salah satu tokoh masyarakat menyampaikan, “Kami sangat mengharapkan setelah upacara ritual adat ini, tidak ada lagi kejadian warga yang tenggelam di Sungai Rungan ini. Semoga kita semua dilindungi Tuhan agar tidak ditimpa bencana yang sama.” ujarnya kepada Kabartravel.com.  (Eman Supriyadi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here