Omah Sate 7 Tusuk; Antara Cita Rasa Nusantara dan Filosofi.

0
63

JAKARTA, kabartravel.com – Sate adalah salah satu diantara ragam kuliner Nusantara yang sangat populer selain Soto. Kuliner dengan tampilan khas menyatukan potongan-potongan daging dan dipanggang ini sudah dikenal di Pulau Jawa sejak abad ke-19. Melalui jalur perdagangan resep sate ini dibawa dan menyebar menghasilkan ragam jenis sate, bahkan hingga ke Malaysia, Thailand dan Filipina. Di Jakarta tempo ini juga hadir beragam warung atau restoran sate. Baru hadir adalah Omah Sate 7 Tusuk yang layak untuk diperhitungkan cita rasanya.

Restoran Omah Sate 7 Tusuk yang terletak di Jalan Tebet Timur Dalam Raya no.13 A Jakarta Selatan, digadang oleh dua entrepreneur muda, Neo dan Erick, dengan menggandeng Chef Haryo, seorang Chef profesional yang menjadi kontributor untuk Asian Food Channel. Tempat restoran ini bergaya urban dengan dominasi warna kuning dan hitam serta beberapa karya lukisan, masih terasa cukup nyaman sebagai konsep warung yang naik kelas.

Sesuai dengan namanya, Omah Sate 7 Tusuk ini mengusung filosofi angka 7 bersanding dengan olahan rempah masakan tradisi nusantara.
Omah Sate 7 Tusuk ini menghidangkan 7 menu utama, antara lain:
1. Sate Maranggi Purwakarta
2. Sate Ayam Bumbu Kacang
3. Sate Ayam Bumbu Garo Rica
4. Sate Domba Bumbu Kambing
5. Sate Buntel Khas Solo
6. Nasi Goreng Kambing khas omah sate 7 tusuk
7. Sop Daging khas Omah Sate 7 Tusuk

Angka 7 yang dipilih bukan untuk sensasi atau sekedar lucu-lucuan, tapi bermakna lebih dalam. Bagi Chef Haryo, banyak keajaiban yang terkadung dalam angka 7, baik dalam bidang sains, ilmu pengetahuan dan spiritual. Hal tersebut diwujudkan pada ragam 7 menu pilihan dan 7 tusuk sate yang disajikan. “Kami pun disini tidak menyajikan kuantitas, tapi bagaimana orang dapat menikmati kualitas sebuah hidangan” menurut Chef Haryo

Kabartravel.com mendapat kesempatan mencicipi menu andalan yaitu sate maranggi. Saat menggigit setiap potong dagingnya terasa tekstur daging yang lembut dan sangat empuk. Walaupun disajikan 7 tusuk tapi potongan daging sapi disajikan cukup untuk mengenyangkan perut. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Neo “Walau berjumlah 7, tapi besar potongannya kami tetap sesuaikan seperti layaknya porsi 10 tusuk pada umumnya,”

Kejutan berikutnya adalah kita dapat merasakan cita rasa rempah yang meresap hingga ke dalam daging. Chef Haryo sangat memperhatikan proses seasoning dan marinasi pada daging. Rasa ketumbar yang menjadi ciri khas sate maranggi terasa sangat spesial. “Kami menggunakan ketumbar yang benar-benar terpilih dan standar internasional. Ketumbar harus ditangani dengan sangat-sangat seksama dan harus wangi,” tegas juri Iron Chef ini.

Sate maranggi ala Chef Haryo ini masuk menjadi 3 besar pada sebuah kompetisi kuliner bergengsi. Chef Haryo juga sudah membawa sate maranggi ini ke beberapa gelaran internasional dan mendapatkan respon positif terhadap Indonesia.

Cita rasa sate maranggi Omah Sate 7 Tusuk ini jadi melupakan bahwa masih ada yang kurang dari tampilan penyajiannya, warna sate yang coklat khas daging bakar berpadu dengan warna hotplate dan potongan tomat akan lebih menarik jika dipadu dengan sedikit daun kemangi yang bisa memberikan aksen segar.

Selain Sate Maranggi, Kabartravel.com berkesempatan mencicipi Nasi Goreng Kambing Khas Omah Sate 7 Tusuk. Aroma dan tampilannya tampak seperti nasi kebuli. Bagi penyuka rempah-rempah nusantara, nasi goreng ini dapat menjadi pilihan karena sangat terasa dan memanjakan lidah. Sebagai topping ukuran dan jumlah potongan daging kambing yang disajikan pun cukup memuaskan.

Menurut Neo, Omah Sate 7 Tusuk tengah mengadakan grand opening dengan program gratis sate 7777 tusuk. “Dari tanggal 25 sampai dengan 27 September 2017, dengan program makan gratis dari pukul 15.00 s.d. 21.00,” tegas laki-laki lulusan Universitas Brawijaya ini.

Sebagai salah satu pendiri, Erick optimis Omah Sate 7 Tusuk mendapatkan respon baik dari para pencinta kuliner nusantara, “Setelah grand opening, kami dapat dipesan melalui fitur Go-Food pada aplikasi Go-Jek, juga ke depan ingin membuka cabang dan menyiapkan inovasi agar bisa lebih dekat dengan konsumen,” pungkas mantan AE perusahaan media ternama yang berani banting setir ini. (Arief & Rizky)

Editor: Erik Wirawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here