GUNUNGKIDUL, harianindonesia.id –
Pariwisata Gunungkidul memang tidak ada duanya, Karena Gunungkidul memiliki laut, hutan, sungai dan goa yang dapat di nikmati oleh para wisatawan.

Dan yang tak kalah penting wisata kulinernya, mungkin sebagian orang mengenal ragam makanan seperti gudeg, sate klatak, tiwul dan banyak lagi. Namun di gunungkidul kita akan di suguhi wisata kuliner anti mainstream.

Seperti yang di lakoni Sri Hawa (22) warga Dusun Gantiwarno, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul. Sudah sepuluh tahun Sri menekuni usaha kuliner yang bagi sebagian orang mungkin menjijikkan seperti bekicot , belalang, puthul, laron dan enthong, (kepompong pohon jati dan pohon Johar)

Saat di temui media, Rabu (27/11/19) Sri Hawa menceritakan usaha kulinernya, ia mengatakan semua bahan baku kuliner nya di setor dari para tetangganya.

“Tetangga saya setor kepada saya dalam keadaan siap masak mas, seperti bekicot itu saya terima sudah bersih mas,” katanya.

Sri juga mengatakan setelah semua bahan di bersihkan lalu ia menentukan menu makanan Anti Menstrim nya, biasanya Sri membuat menu rica-rica bekicot. Biasanya Sri menjual di kios atau melalui media sosial seperti Facebook dan WhatsApp selain itu ia juga sering di undang untuk mengikuti event festival kuliner baik di Gunungkidul kita maupun di luar Gunungkidul.

Pemesanan kuliner anti mainstream ini banyak di sukai oleh para perantau, sehingga bila hari lebaran Sri banyak kebanjiran pesanan.
(WAP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here