JAKARTA – Tekad Indonesia menjadi destinasi wisata halal terbaik dunia, untuk berada di peringkat pertama versi Global Muslim Travel Index (GMTI) pada 2019, akan memudahkan Indonesia dalam merebut pasar wisata halal global yang diproyeksikan jumlah pengeluarannya mencapai US$ 220 miliar pada 2020 mendatang.

“Sukses di GMTI 2019 akan membuat kita semakin confidence dan kredibilitas kita di kancah Internasional meningkat. Kemenangan itu menjadi kalibrasi terhadap wisata halal kita yang berstandar global dan membuktikan kita adalah global player,” kata Menpar Arief Yahya, ketika meluncurkan program Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) dan Hot Deals ViWi 2018 Middle East, Selasa (5/6) lalu di Jakarta.

Menpar menyebutkan, GMTI paling dikenal di seluruh dunia sehingga GMTI 2019 menjadi ajang untuk ‘menjual’ Indonesia di kancah Internasional agar dikenal dunia sebagai destinasi wisata moslem friendly kelas dunia.

“Indonesia saat ini berada di peringkat 2 sebagai destinasi halal dunia versi GMTI 2018 bersama dengan Uni Emeriat Arab, sedangkan peringkat pertama ditempati Malaysia. Kita akan mengalahkan Malaysia pada GMTI 2019,” kata Menpar Arief Yahya.

CEO Mastercard Crescent Rating Fazal Bahardeen mengatakan, Indonesia mempunyai peluang besar dalam merebut pasar wisata halal dunia yang jumlahnya mencapai 131 juta wisman pada tahun 2017. Jumlah ini diproyeksikan meningkat menjadi 200 juta dengan pengeluaran mencapai US$ 200 miliar pada 2020 mendatang.

“Indonesia mempunyai peluang besar karena memiliki berbagai aspek untuk mendatangkan wisatawan muslim dari mancanegara,” kata Fazal Bahardeen.
Peluncuran program Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) merupakan kerjasama Kemenpar dengan Crescentrating – Mastercard untuk menentukan peringkat destinasi di Indonesia yang paling ramah terhadap wisatawan muslim, dengan berbagai kriteria yang sudah ditetapkan. Program IMTI ini sekaligus sebagai pemicu tekad dalam memenangkan ajang sebagai destinasi halal terbaik dunia versi GMTI pada 2019.

Ketua Tim Percepatan Wisata Halal Kemenpar Riyanto Sofyan mengatakan, Program IMTI 2018 merupakan upaya meningkatkan komitmen antara Pemerintah Pusat (Kemenpar) dengan Pemerintah Daerah maupun dengan stakeholder terkait untuk mengembangkan pariwisata halal di berbagai destinasi di Indonesia dengan berbagai kemudahan yang dibutuhkan wisata seperti rumah makanan halal, sarana ibadah yang memadai, toilet yang berstandar halal, dan lainnya. (Wisja)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here