Padang, kabartravel.com – Iven balap sepeda internasional terkemuka ke 11 di Sumatra Barat Tour de Singkarak (TdS) 2019 digelar mulai tanggal 2 – 10 November dengan memperluas rutenya sampai ke Jambi.

“Ya, Tds 2019 akan menambah rute sampai Kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh. Itu masuk dalam etafe 7 dan 8,” kata Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Ony Yulfian kepada Kabartravel.com, Selasa (10/9).

Menurut Ony, Tds 2019 meliputi 9 etafe, meliputi 16 kab dan kota di Sumbar, dan dua etafe di Kerinci dan Sungai Penuh. Total jalur yang bakal ditempuh para peserta selama 2-10 November 2019 itu adalah sepanjang 1115.5 km.

Adapun etafe yang bakal dilalui para pebalap sepeda Tds 2019 adalah sebagai berikut:

Stage 1
Start Pantai Gandoriah, Kota Pariaman – Finish di Istana Basa Pagaruyung, Batusangkar. Panjang lintasan 107.3 km.

Stage 2
Start Kantor Bupati Pasaman – Finish di Jam Gadang, Bukittinggi. Panjang lintasan 112.2 km.

Stage 3
Start Lembah Harau, Limapuluh Kota – Finish di Padang Panjang. Panjang lintasan 125.6 km.

Stage 4
Start Kantor Bupati Dharmasraya – Finish di Lapangan Segitiga Sawahlunto. Panjang lintasan 205.3 km.

Stage 5
Start Kantor Dispar Payakumbuh – Finish di Ambun Pagi, Agam. Panjang lintasan 206.5 km.

Stage 6
Start Taman Hutan Wisata Arosuka, Kabupaten Solok – Finish di Ruang Terbuka Hijau Muaro Labuah, Solok Selatan. Panjang lintasan 173.2 km.

Stage 7
Start Air Terjun Telun Berasap – Finish di Dermaga Kerinci, Provinsi Jambi. Panjang lintasan 82.9 km.

Stage 8
Start Lapangan Merdeka Sungai Penuh – Finish di Alun-Alun Painan, Pesisir Selatan. Panjang lintasan 200.4 km.

Stage 9
Start Pantai Carocok, Pessel – Finish Pantai Cimpago, Kota Padang. Panjang lintasan 107.7 km.

Diakui oleh Ony, dari total tujuh etafe Tds di wilayah Sumbar minus tiga kabupaten kota yakni Kota Solok, Pasaman Barat dan Mentawai.

Selain itu penyelenggaraan Tds 2019 diwarnai kontroversi dengan tidak dimasukannya jalan di Danau Singkarak sebagai Icon Tds dalam rute etafe Tds 2019.

Menurut Ony hal ini dikarenakan ada permintaan dari Bupati Solok Gusmal. Bupati Solok meminta jalur Danau Singkarak diganti ke Arosuka. Tetapi problemnya jarak tempuh pebalap bertambah 30 km, jauh dari ketentuan jarak teknis yang dipersyaratkan.

Ony tidak menyebutkan apa alasan Bupati Solok meminta jalur Danau Singkarak diganti dengan Arosuka. Tetapi, jelas Ony, tim survey Dinas Pariwisata Sumbar telah bertemu dengan tim Kabupaten Solok membahas isu ini. Namun, kata Ony, sampai kini dia belum mendapat laporan tentang kontroversi jalur icon TdS tersebut.

Ony juga menyebutkan soal pembatalan jalur Danau Singkarak keputusannya belum final. Sebab belum dibahas dengan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, sebagai puncak pimpinan tertinggi Tds 2019. (awe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here