PADANGPANJANG, kabartravel.com – Nurjanah (80) atau sering dikenal dengan sebutan Amai adalah salah satunya pedagang kota Padang Panjang,  Sumbar, yang menjual pangan “Pisang Kapik” sejak 40 tahun silam hingga sekarang.

Hanya bermodalkan sebuah gerobak kecil yang sering mangkal di perempatan di jalan Imam Bonjol didekat Pasar Pusat Padang Panjang pengunjung dapat menemui pisang kapik tersebut.

Tak afdal rasanya jika ke Kota Padang Panjang tidak mencoba jajanan khas tradisional yang dikenal dengan sebutan “Pisang Kapik”. Istilah Pisang Kapik memang tidak asing terdengar bagi masyarakat. Jajanan yang sudah melegenda ini hanya dapat kita jumpai di beberapa daerah.

Pisang Kapik atau disebut pisang yang dijepit ini merupakan jajanan khas dahulu yang bisa ditemukan di Daerah Sumatera Barat (Sumbar). Salah satu keunikan terdapat dari jajanan pisang kapik yakni pisang setelah dikupas kulitnya akan dibakar diatas tumbukan bara arang, selanjutnya setelah matang pisang akan dikapik”dijepit” menggunakan alat yang terbuat dari kayu sehingga pisang tersebut akan pipih dan melebar.

Pisang kapik sangat sedap rasanya jika ditambahkan “luo”, luo tersebut terbuat dari parutan kelapa yang dimasak bersama gula merah hingga sedikit mengering. Tak dipungkiri, dengan rasanya yang enak banyak peminat yang ingin menikmati jajanan pisang kapik tersebut. Tidak hanya masyarakat setempat, wisatawan dan pengunjung di luar Padang Panjang juga sangat menikmati jajanan ini.

Dengan memanfaatkan keramaian pengunjung serta masyarakat yang berbelanja, Amai meraut rupiah demi rupiah dari keuntungan berjualan pisang kapik.

“Alhamdulillah, dek rami pambali, banyak juo lah amai dapek untuang untuak pambali makanan sahari-hari samo untuak manyakolahan anak (Alhamdulillah, karena ramai pembeli, banyak mendapatkan untung untuk membeli makanan harian dan menyekolahkan anak),” ungkap Amai saat diwawancarai beberapa waktu lalu.

Tak hanya di hari biasa Amai meraih keuntungan dari keramaian pelanggan, melainkan juga disaat habis lebaran atau hari-hari pekan tertentu.

Pisang kapik Amai dapat kita jumpai pada jam 8 pagi hingga setengah enam sore. Hanya dengan meraut receh 10 ribu rupiah berisikan 4 potong pisang, pembeli dapat menikmati pisang kapik Amai.

Kini, mengingat usia yang sudah tidak muda lagi, Pisang Kapik Amai diwariskan kepada anaknya Nelwati (40).

Salah satu pelanggan mengatakan “jajanan ini sangat enak sekali, saya setiap pulang kerja pasti  menyempatkan diri untuk membeli pisang kapik Amai ini,” ujarnya. (Kom. Pp/ci/awe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here