BENGKULU, kabartravel.com – Sektor Pariwisata salah satu isu menarik yang diusulkan terkait pembangunan daerah dalam untuk menarik wisatawan ke Indonesia dalam Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tahun 2017, di provinsi Bengkulu, Jumat (17/11) hingga Minggu (19/11/2017) besok.

Acara Konkernas yang dihadiri Menkominfo Rudiantara dan Plt Gubernur Bengkulu, H.Rohidin Mersyah, diikuti seluruh pengurus PWI provinsi se-Indonesia, termasuk utusan Kalimantan Utara (Kaltara) yang diwakili Datu Iskandar Zulkarnaen selaku Ketua PWI Kaltara bersama Wakil Ketua Bidang Pendidikan, Ashari Ahsan.

Konkernas yang dirangkai dengan Seminar Nasional mengangkat tema, Revolusi Digital, Peluang dan Tantangan Bagi Pers serta Pembangunan Daerah. Tiga narasumber yang hadir dalam perhelatan nasional tersebut, yakni Staf Ahli Kominfo RI, Ketua PWI Pusat Margiono dan Guru Besar Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Lizar Alfansih. Sedangkan bertindak selaku moderator, Ketua PWI Bengkulu, Zacky Antony.

Sementara itu, Ketua PWI Kaltara Datu Iskandar Zulkarnaen memberikan pandangannya terkait upaya pemerintah Indonesia dalam menggaet warga negara asing (WNA) ke Tanah Air. Menurutnya, sektor pariwisata harus masuk dalam program skala prioritas. Dalam nawacita pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla, sektor pariwisata berada diurutan ke empat sebagai program skala nasional.

“Jika dibandingkan jumlah turis yang berkunjung ke Malaysia, Indonesia masih tertinggal jauh. Karena hingga saat ini warga negara asing atau turis yang berkunjung ke Indonesia hanya 10 juta, sementara Malaysia lebih 30 juta per tahun, ungkap Datu Iskandar Zulkarnaen.

Sektor pariwisata Indonesia yang terus mengalami kenaikan tren positif, baik kunjungan wisatawan mancanegara maupun penerimaan devisa negara yang melebihi target rata-rata nasional, menurut pria asal Bulungan ini, ini masih banyak potensi wisata di Indonesia yang belum tergarap, seperti sungai-sungai.

Di negara Asia Tenggara lainnya seperti Thailand, keberadaan sungai-sungai justru dapat mendatangkan turis lewat transportasi air. Sementara, di Indonesia yang banyak memiliki sungai, namun sebaliknya kondisinya sangat memperihatinkan alias kotor, ” tandasnya.

Kalimantan Utara sebagai provinsi termuda di Indonesia, selain memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa juga memliki sejumlah potensi destinasi wisata alam dan budaya yang tidak kalah menariknya dengan keindahan pesona laut daerah lainnya di Indonesi.

Sebut saja alam hutan tropis di Krayan Kab. Nunukan yang masih perawan dan menjadi paru-paru dunia, Taman Nasional Kayan Mentarang, di Kab. Malinau, Air Terjun Rian yang memiliki ke unikan tersendiri hingga tujuh susun, di Kab. Tanah Tidung, hutan Mangrov, Kota Tarakan dan keindahan karang bawa laut Karang Tigao, Kab. Bulungan.

Terkait dengan tema seminar, Datu Iskandar, yang masih memiliki garis keturunan darah biru dari Kerajaan Bolongan ini menambahkan, arah pers yang saat ini memasuki zaman digitalisasi harus diimbangi dengan revolusi mental yang terus digaungkan oleh pemerintah. “Intinya pers anti hoax, ”pungkas adik kandung dari Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Kaltara ini.

Agus Tomadio

Sumber:kaltaraterdepan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here