Rudolf Smith, General Manager Dempo Anai Land.

PARIAMAN, Kabartravel.com – Sebuah perusahaan investasi asing di Padang, PT Dempo diketahui menanamkan investasinya di kawasan wisata Anai resort Kabupaten Padang Pariaman milik pengusaha Siswono Yudhohusodo, sekaligus memperkenalkan brand baru di kawasan itu, yakni Dempo Anai Land.

General Manager Dempo Anai Land, Rudolf Smith mengakui bahwa sejak beberapa bulan terakhir pengelolaan kawasan wisata Anai Resort seluas 70 hektar di Lembah Anai, kabupaten Padang Pariaman,  Sumatra Barat telah diambil alih PT Dempo milik pengusaha Yamin Kahar.

“Benar. Branding Kawasan Anai Resort kini telah berubah menjadi Dempo Anai Land setelah proses investasi PT dempo di kawasan ini disepekati kedua belah pihak yakni Bapak Siswono Yudhohusodo dengan bapak Yamin Kahar,” kata Rudolf Smith kepada Kabartravel.com, Sabtu kemarin.

Dengan kesepakatan investasi baru itu, jelas Rudolf maka pengelolaan kawasan wisata Anai kini sudah dilakukan oleh manajemen PT Dempo.

“PT Dempo juga mempekerjakan kembali karyawan eks perusahaan lama milik pak Siswono,” jelas Rudolf Smith yang pernah menjadi GM disejumlah hotel berbintang di Jakarta dan Sumbar.

Kawasan wisata Anai Resort yang kini berubah menjadi Dempo Anai Land, pada awalnya adalah kawasan golf course yang dibangun oleh Siswono Yudho Husodo.

Saat ini,  aset kawasan yang akan dijual Dempo kepada calon pelanggannya adalah berupa 53 kamar yang terdiri dari 9 Villa. Satu villa masing masing memiliki dua sampai empat kamar terdiri dari kamar single dan double bed. Villa disini juga memiliki ruang tamu yang juga bisa didisain menjadi tempat tidur jika penghuninya memiliki keluarga besar yang tak bisa ditampung oleh kamar yang ada.

Selain itu, Dempo Anai Land juga memiliki satu wisma bernama Tandikek yang memiliki standar hotel dengan jumlah kamar 12.

Harga kamar di kawasan wisata Dempo Anai Land ini, berkisar Rp600 ribu sampai Rp3 juta per malam.

Selain memiliki fasilitas kamar kawasan wisata Dempo Anai Land juga memiliki fasilitas bermain seperti sepeda gantung, plying fox, permadani atau karpet terbang, balon air, perahu karet, all terrain vehicle (ATV).

“Pemakaian fasilitas bermain itu dikenakan chas sesuai dengan tarif yang berlaku dan menurut waktu penggunaannya,” jelas Rudolf.

Untuk saat ini, menurut Rudolf, investasi yang ditanamkan baru dalam bentuk renovasi aset yang ditinggalkan manajemen lama. Seperti peningkatan fasilitas di dalam kamar, pengecatan dan penambahan interior baru.

Selain itu, juga peningkatan lapangan parkir di kawasan Puncak Anai yakni tempat wahana bermain yang dikenal memiliki air mancur alam, yaitu berasal dari sumber air bumi namun mampu muncrat ke atas permukaan sampai dua puluh meter tanpa pernah berhenti.

Menurut Rudolf, pihaknya harus memburukan penambahan luas lapangan pakir kendaraan sebab lahan yang ada sudah tak mampu lagi menampung kendaraan pengunjung di Puncak Anai terutama pada saat week end.

Dempo Anai Land juga mewarisi pengelolaan sebuah pusat pemandian tradisional yang terdiri sejumlah kolam renang alam yang sumber airnya berasal dari bukit Lembah Anai yang juga merupakan hutan lindung di Kabupaten Padang Pariaman.

Tempat pemandian ini juga dikenal oleh masyarakat Sumatra Barat sebagai tempat mandi balimau saat sebelum bulan puasa masuk. Tetapo pada waktu hari biasa dan week end pemandian ini juga diserbu pengunjung guna mendapatkan aroma air pegunungan. (awe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here