SIJUNJUNG, kabartravel.com – Piala Dunia Arung Jeram (Rafting World Cup) Silokek Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat pada hari Kamis (14/11/19) ini tepat pada penghujung acara, sebab Rafting World Cup telah berjalan selama 5 hari sejak Minggu lalu.

Sebelum berakhirnya RFC di Silokek pada hari ini, Presiden International Rafting Faderation menjelaskan kepada awak media bahwa kegiatan ini membawa kepada makna dan harapan untuk selalu menjaga alam dan isinya supaya kelestariannya selalu seimbang baik alam dan penghuninya, sungai itu adalah kehidupan. Manusia membutuhkan sungai. Jadilah teman bagi alam dengan selalu merawatnya.

“Silokek Geofest Rafting World Cup 2019 is the International Rafting Federation World Cup Series. This event will be the main event of Silokek Geofest, Certain programs consist in Silokek Geofeset Rafting World CUp 2019, So like This Place, Because many viwer and culture experience to be or there. I Hope the river is life. Humans need rivers. Be A Friend For Nature Who always takes care of him” harapnya

Willis menambahkan kegiatan ini telah membawa marwah organisasi Arum Jeram International yang ia pimpin, apalagi Indonesia sangat memberikan dukungan terhadap pecinta olahraga yang menantang ini. President Joe Willis Jones menyatakan kegiatan yang berkelas international yang telah dilaksanakan di Indonesia Silokek yang ke 4 dan sebelumnya sering dilaksanakan di pulau jawa.

“Jadi Silokek Rafting World Cup di pulau Sumatera ini yang kali pertama dilaksanakan sebelumnya kami melaksanakan 1-3 dipulau jawa” ujarnya

Presiden IRF Wiliis sangat bangga dengan semangat dan dukungan masyarakat Sijunjung terhadap kegiatan ini. Semoga kali keduanya lebih besar dan meriah supaya bisa meningkatkan kecintaan terhadap olahraga Arung Jeram di Sijunjung hingga bisa menyatukan semua aspek baik dari sisi menjaga kelestarian pesona alam Geo Park, wisata, ekonomi dan olahraganya.

Willis memperhatikan tentang budaya di Sijunjung dengan memperhatikan nilai nilai budaya dan juga etika. Sijunjung memiliki karya budaya yang sangat terpelihara. Apalagi semua peserta dan official merasakan langsung kehidupan anak nagari Lansek Manih tersebut.

“Saya sangat memperhatikan kebudayaan yang ada di Indonesia khususnya di Minangkabau, apalagi saya langsung merasakan kehidupan tersebut, sebab kegiatan ini menetapkan Kampung Adat Nagari Sijunjung sebagai tempat tinggal dan juga hiburan kesenian bagi semua, panitia, juri dan peserta Silokek Rafting World Cup 2019” paparnya

Sementara itu, Event Director SGRWC 2019, Miya Maharani juga menjelaskan, para peserta yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 50 tim yang terdiri dari 250 atlit, kemudian 75 manager, pelatih dan official, 20 tim teknis, 50 judge (juri ), 100 rescue, 200 volunter. Sedangkan peserta berasal dari 13 Provinsi di Indonesia, dan dua dari luar Negeri, yakni Ceko dan Malaysia.

“Diperkampungan adat nagari Sijunjung pada kegiatan ini, selain tempat tinggal peserta dan offisial, juga turut menampilkan pameran produk lokal, festival budaya, kompetisi kopi, dan kegiatan lainnya, sehingga nantinya Silokek Geopark masuk dalam UNESCO Global Geopark,” pungkasnya (Age)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here