Ngarai Sianok salah satu lokasi start dan finish MGR2019. Salah satu Objek wisata Sumbar yang telah mendunia. (Foto : Ist)

Jakarta, Kabartravel.com – Kompetisi lari Minang Geopark Run (MGR), sebuah lomba lari menuju Sumbar Menjadi Geopark kelas dunia. Kompetisi ini, juga menjadi ajang yang efektif dalam mewujudkan Taman Bumi (Geopark) di Sumatera Barat (Sumbar) menjadi geopark kelas dunia atau UNESCO Global Geopark (UGG).

Setelah Sukses menggelar Minang Geopark Run 2018, Dinas Pariwisata (Dispar) Sumatera Barat (Sumbar) kembali menggelar event yang menjadi kebanggaan masyarakat  Sumbar tersebut di pengujung 2019.

Penyelenggaraan kali ini, dengan Panitia Seabad ITB dan Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia. Minang Geopark Run 2019 memiliki tujuan yang sama dengan acara sebelumnya yaitu mempromosikan dan memperkenalkan potensi wisata serta keindahan alam, khususnya geopark di Sumatera Barat melalui olahraga lari.

Selain mempromosikan objek wisata, event ini dalam penyelenggaraannya akan melibatkan masyarakat dan budaya setempat, serta masyarakat yang tergabung dalam UMKM.

MGR 2019 mengusung konsep Sustainability Tourism atau Pariwisata Berkelanjutan yaitu konsep upaya mendatangkan wisatawan sekaligus berusaha membuat dampak yang positif terhadap lingkungan, masyarakat dan ekonomi.

Menurut  Oni Yulfian, Asisten Deputi Manajemen Strategis Kementrian Pariwisata. Lewat siaran pers yang diterima kabartravel.com menyebutkan event ini diharapkan dapat menjadi nilai tambah lain, disetiap rangkaian event, akan diadakan kegiatan amal atau Charity untuk menggalang dana bagi masyarakat yang membutuhkan.

Bertolak dari antusiasme 1000 orang peserta lari di tahun 2018, Minang Geopark Run (MGR) 2019 akan dihelat pada tanggal 30 November – 1 Desember 2019 dengan target 1500 peserta dan menyasar peserta lari dari luar negeri.

Dalam penyelenggaraan pada tahun 2018, setidaknya ada peserta dari 5 negara selain Indonesia. Tahun ini panitia MGR 2019 mengharapkan hal yang serupa sehingga memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai lokasi Geopark berkelas dunia dengan target peserta mencapai 2000 pelari.

Untuk memberikan variasi lomba pada peserta lari serta mengeksplorasi bagian lain dari geopark di Sumatera Barat, MGR 2019 hadir dengan inovasi yang lebih menantang yaitu Attack

Geopark dan Explore Geopark. Serangkaian inovasi ini menyuguhkan pilihan mulai dari tingkat kesulitan track lari, jarak tempuh, hingga ragam keindahan alam yang memberikan pengalaman yang sangat seru saat berlari.

Inovasi Attack Geopark merupakan salah satu inovasi terbaru yang hadir pada perhelatan Minang Geopark Run 2019 ini. Attack Geopark diadakan pada tanggal 30 November 2019 memiliki dua kategori yaitu kategori Ultra dan Relay yang memiliki rute tempuh serta persyaratannya masing-masing.

Dalam relisnya, lebih lanjut Oni menyebutkan, katagori dibagi atas, Kategori Ultra (Perorangan) dengan rute Start Lubuk Basung – Finish Ngarai Sianok, dengan peserta terdiri dari pelari perorangan.

Selanjunya Kategori Ultra Relay 10, start di Lubuk Basung – Finish di Ngarai Sianok. Tiap tim diberikan kewenangan untuk menentukan dan memilih siapa saja anggota tim yang akan menempuh masing-masing rute. Sedangkan peserta terdiri dari  komunitas lari beranggotakan 10 orang atau satu tim beranggotakan 10 orang. Dalam satu tim tersebut harus ada 1 orang pelari perempuan.

Pada hari berikutnya 1 Desember 2019 berupa Inovasi Explore Geopark.  Inovasi ini memiliki tiga pilihan jarak tempuh yang bisa dipilih oleh pelari. Untuk inovasi Explore Geopark peserta mendaftar secara perorangan, dengan rute Ngarai Sianok – Lobag Jepang – Janjang Saribu, dengan pilihan jarak 5K, 10K, dan 21K. Sementara peserta terdiri dari perorangan.

Terselenggaranya acara yang telah masuk dalam agenda tahunan pariwisata Sumatera Barat ini juga tidak lepas dari dukungan kuat pemerintah daerah wilayah Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Agam dan Pemerintah Kota Bukittinggi serta Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. (Rel/Awe/Wisja)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here