Laporan: Awaluddin Awe

BATUSANGKAR, Kabartravel.com – Jika ingin melepaskan semua kelelahan psikis, datanglah ke Desa Terindah di Dunia Pariangan, kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat Indonesia.

Ada banyak tempat persinggahan di puncak desa tersebut yang bisa dipakai untuk melihat keindahan alam Tanah Datar, kota Padang  Panjang dan kabupaten Solok.

Setiap tempat persinggahan menyediakan tempat duduk lesehan dan ala warung kopi di Minang, duduk berhadapan dengan meja kayu tradisional.

Dan yang lebih asyik lagi pemilik tempat persinggahan menyediakan tempat berfoto atau selfie dengan dekorasi tumbuh tumbuhan. Ada juga yang mirip lambang hati dihiasi bunga berwarna merah.

Tidak usah kuatir dengan makan dan minum. Sebab pengusaha pemilik persinggahan menyediakan menu yang kampung banget. Ada sambalado tanak, sambalado pangek, atawa benar benar sambalado dengan uweh taruang.

“Prinsipnya kami menyediakan menu tradisional ala Minang. Tentu saja dengan selera khas Minang yang pedas,” ujar seorang pemilik tempat persinggahan yang berasal dari Sungai Limau Padang Pariaman, Sumatra Barat.

Selain itu, di puncak desa terindah Pariangan juga bisa didapatkan menu minuman tradisional seperti Kawa yakni minuman hangat yang berasal dari jenis dedaunan khusus yang dibakar. Jika setelah meminum Kawa ini badan menjadi hangat.

Tawaran makanan dan minuman tradisional di puncak desa terindah Pariangan memang menjadi solusi dari udaranya yang segar dan kadang dingin. Dengan meminum dan makanan yang hangat dan pedas daya tahan tubuh jadi bertambah selama berada di situ.

Berada di atas puncak desa terindah Pariangan tidak serta merta hanya duduk di satu titik tetapi harus bergerak ke sejumlah titik. Jika sudah puas dengan keindahan alam, maka kita ditawarkan dengan objek wisata kebudayaan yakni melihat peninggalan era Minangkabau lama seperti tungku tigo sajarangan, dllnya.

Kawasan budaya Minangkabau disitu lebih mencerminkan artifisual bangunan dan benda yang terkait dengan filosofi Adat Bersandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah yang bisa diartikan sebagai prinsip dan pedoman hidup orang Minangkabau, yang jika ditafsirbebaskan berarti orang Minang dalam menjalani kehidupannya berlandaskan Agama Islam dan Adat Minang.

Nah di puncak desa terindah itulah terdapat simbol simbol hidup orang Minang tersebut dalam bentuk benda dan pohon.

Desa Terindah Pariangan adalah bagian tak terpisahkan dari desa  tertua di Minangkabau. Dari literatur lisan dan tertulis di Desa Tuo itulah konon kabarnya orang Minangkabau berasal. Mereka kemudian turun ke daerah yang masuk dalam kawasan kab dan kota Propinsi Sumatra Barat sekarang.

Puas dengan segala macam ornamen kebudayaan Minang di atas puncak, anda bisa turun ke tengah bukit yang menjadi tofografi Desa Terindah itu untuk melihat sumber air panas Pariangan yang terkenal. Di sini anda bisa merasakan aura air panas yang berasal dari Gunung Merapi.

Banyak orang ke mata air angek Pariangan untuk berobat. Seperti orang stroke. Dengan rutin mandi air hangat ini maka urat urat syaraf yang kaku bisa aktif kembali. Sudah banyak yang terkena stroke pulih kembali dengan rutin mandi aie angek di Pariangan.

Lokasi air angek di sini dibagi menjadi dua bagian. Satu untuk kaum pria dan satu lagi bagi kaum wanita. Tiap tiap lokasi terdiri dari 5 sampai 10 pincuran dan tertutup.

Tempat pemandian aie angek di Pariangan memang didisain pakai pincuran, bukan kolam, karena dinilai lebih sehat. Sebab air langsung ke tubuh masing masing dari sumber utamanya. Jika di dalam kolam maka bukan mustahil terjadi silang penyakit dari yang mandi.

Mandi dengan air angek gaya pincuran juga lebih sehat. Sebab kita bisa merasakan sendiri suhu panas air. Jika terlalu panas kita bisa pindah ke pincuran air dingin. Sebab di setiap tempat pemandian itu, baik bagi pria maupun wanita, juga dipasang pincuran air dingin.

Mandi di sumber mata air hangat Pariangan tidak dipungut bayaran sama sekali. Tetapi kita cuma dianjurkan mengisi kotak infak sesuai dengan kesadaran masing masing dan membayar parkir mobil atau sepeda motor.

Bagi pengunjung muslim, jika sudah masuk waktu sholat bisa sholat berjemaah di mesjid tertua di Sumatra Barat. Konon kabarnya mesjid ini sudah ada sejak tahun 1900an dan sudah direnovasi sejak 1990an. Mesjid ini masuk dalam daftar aset kepurbakalaan dimana biaya renovasinya ditanggung pemerintah pusat.

Revitalisasi oleh Presiden Jokowi

Saat berkunjung ke Desa Terindah Pariangan, tahun lalu, Presiden Jokowi menjanjikan akan merevitalisasi keseluruhan kawasan termasuk lokasi kuburan terpanjang di dunia, mendekati 100 meter dan objek peninggalan awal sejarah Minangkabau.

Presiden Jokowi menyampaikan kabar revitalisasi kawasan terindah di dunia itu saat peringatan Hari Pers Nasional di Padang tahun lalu. Dalam kesempatan HN itu Presiden Jokowi menyampaikan juga program revitalisasi 1000 rumah gadang di Solok Selatan.

Saat saya berkunjung ke salah satu pasenggerahan di kawasan desa terindah Pariangan, pemiliknya mengaku Presiden Jokowi memang pernah menjanjikan program revitalisasi kawasan wisata alam, budaya dan religius tersebut.

15 menit dari Padang Panjang

Untuk mencapai kawasan desa terindah ini sangatlah mudah. Jika kita masuk dari Padang Panjang arah Solok, sampai simpang kubu karambie kita masuk menuju arah ke Batusangkar.

Tak lama setelah itu, sampailah kita ke daerah Pariangan. Nah di situ kita akan menemukan dua pintu masuk sebelah kiri. Jika masuk dari pintu pertama, maka kita akan diantar langsung ke kawasan aie angek, dengan terlebih dahulu menuruni jenjang yg cukup panjang.

Tetapi lewat pintu pertama ini kita akan kesulitan dengan parkir, sebab halaman parkirnya sangat terbatas. Tetapi dari sudut ini kita memang mendaptkan view mesjid tertua dengan mudah. Dari sini juga jalan yg cepat menuju sumber aie angek.

Lewat dari pintu ke dua kita jauh lebih panjang berjalan karena harus melewati jalan yang berkelok kelok seperti kita kita mendaki gunung. Tetapi justru dari jalur inilah kita mendapatkan spot foto dan view alam yang sangat terbuka dan indah.

Tetapi berhati hati jika melewati jalur ini. Sebab jalannya sangat kecil. Selain itu saat kita masuk dari pigura pintu kedua ini kondisi jalannya masih belum beraspal. Kita baru mendapatkan aspal bagus setelah lepas dari seperempat jalan ke puncak desa terindah itu.

Saat melalui jalan yang berkelok, baik saat naik atau turun kita harus rajin membunyikan klakson kendaraan. Sebab sering terjadi, terutama saat kita mendaki, sepeda motor dari atas meluncur kencang ke bawah. Jika tidak berhati hati maka akan terjadi kecelakaan.

Kawasan Desa Terindah Pariangan, merupakan nagari di kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Posisi peta -0.457575,100.493344

Nagari Pariangan memiliki luas17,92 km² dengan jumlah penduduk 6.479 jiwa terletak di lereng Gunung Marapi pada ketinggian 500-700 meter di atas permukaan laut. Menurut TamboMinangkabau Pariangan merupakan nagari tertua di ranah Minang.

Di nagari ini termasuk yang terbaik dalam menjaga rumah adat tradisional yang disebut rumah gadang (Bahasa Minang, rumah besar), sehingga sampai sekarang masih dijumpai banyak yang terawat dengan baik. Pada nagari ini juga masih dijumpai surau, yang masih menjadi tempat tinggal komunal untuk pria yang belum menikah.

Dan pada bagian tengah dari nagari ini masih berdiri sebuah masjid tradisional yang cukup besar yang diperkirakan sudah ada di awal abad kesembilan belas, di mana pada masjid tersebut terdapat tempat mandi umum berair panas yang masih digunakan sampai sekarang. Di Nagari ini juga terdapat situs cagar budaya baru Tungku Tigo Sajarangan.

Pada Mei 2012, Nagari (desa) Pariangan terpilih sebagai salah satu dari lima desa terindah di dunia versi Budget Travel, sebuah majalah pariwisata internasional. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here