PAYAKUMBUH, kabartravel.com – Berkunjung ke Sumatera Barat(Sumbar)tak lengkap rasanya sebelum menikmati indahnya pesona alam Lembah Harau. Bukittinggi punya Ngarai Sianok, namun tak banyak wisatawan luar yang tahu kalau Sumbar juga punya kawasan wisata berupa lembah yang tak kalah memukau dari Ngarai Sianok yang bernama Lembah Harau.

Lembah Harau tak hanya menyajikan pemandangan alam berupa lembah hijau yang dikelilingi bebatuan granit raksasa namun juga tujuh air terjun yang memukau. Lembah indah ini berada di Payakumbuh Kabupaten 50 Kota yang berjarak lebih kurang 138 KM dari Kota Padang dan 47 KM dari Kota Bukittinggi. Tak jauh memang, hanya membutuhkan perjalanan darat selama 3 jam dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Tak banyak yang tahu, Lembah Harau sebenarnya merupakan cagar alam seluas 669 hektar. Bahkan hasil survei Tim Geologi asal Jerman tahun 1980 menemukan jenis batuan yang di daerah ini identik dengan bebatuan yang berada di dasar laut terdiri dari breksi dan konglomerat.

Sebenarnya temuan ini berbanding lurus dengan cerita rakyat setempat. Menurut legenda setempat dulunya kawasan itu adalah laut. Tak hanya itu, kata ‘Harau’ berarti ‘Parau’ atau suara serak karena dulunya penduduk setempat sering dilanda bencana longsor dan banjir sehingga menimbulkan kegaduhan dan kepanikan.

Penduduk setempat menjerit sangat keras sehingga timbul suara parau. Dengan ciri suara penduduknya banyak yang parau didengar maka daerah tersebut dinamakan ‘orau’ dan kemudian berubah nama menjadi ‘Arau’ hingga akhirnya penyebutan lebih sering menjadi ‘harau’.

Memasuki Taman Wisata Lembah Harau kamu akan merasakan sensasi bak berada dalam sebuah benteng dengan tebing kemerah-merahan yang tingginya antara 150 hingga 200 meter. Dan terdapat tujuh air terjun yang memperindah Lembah nan mempesona ini.

Berikut kami paparkan nama-nama dan sedikit sejarah air terjun atau disebut Sarasah oleh masyarakat yang ada di kawasan Lembah Harau:

Sarasah Bunta

Disini terkenal karena air terjun yang berunta-unta indah dilihat apabila terpancar sinar matahari seperti bidadari yang sedang mandi sehingga dinamakan Sarasah Bunta. Air terjun Sarasah Bunta pertama kali dibuka tanggal 14 Agustus 1926 oleh Asisten Residen 50 Kota, F. Rinner bersama Tuanku Laras Datuk Kuning Nan Hitam dan Asisten Demang Datuk Kodoh Nan Hitam. Prasasti penanda ini mengisyaratkan keindahan air terjun Sarasah Bunta

Sarasah Aie Luluih

Airnya mengalir melewati dinding batu dan dibawahnya mempunyai kolam tempat mandi alami yang asri. Ada kepercayaan mandi atau membasuh muka di sini dapat mengobati jerawat dan muka akan terlihat cantik dan awet muda.

Sarasah Murai

Disebut Sarasah Murai karena sering pada siangnya burung murai mandi sambil memadu kasih sehingga masyarakat menamakan ‘Sarasah Murai ‘. Ada kepercayaan di tempat ini untuk berdoa dan mandi agar lekas mendapat jodoh.

Sarasah Donat

Jika anda menginginkan wisata dengan ketenangan adalah Sarasah Donat tempat yang tepatnya, air terjun yang siap memecah hening yang posesif menyelimuti Lembah Harau. Dengan letaknya, tempat ini bisa dijamah dengan berjalan kaki sekitar 25 menit dari Tarantang, tempat di mana pelancong memarkirkan kendaraan.

Selain melewati ladang gambir penduduk, kamu pun harus meniti anak tangga di dinding tebing yang lumayan tinggi. Setelah menyisir anak sungai, maka sampailah kamu di Sarasah Donat. Bukan tipe air terjun tinggi dengan aliran yang cukup deras memang, namun tempat ini menyimpan keunikannya sendiri.

Jika ingin berada tepat di bawah air terjun. Maka kalian harus jalan menunduk, karena letak Sarasah Donat berada di dalam gua yang lumayan sempit. Jangan lupa membawa senter agar bisa tetap melihat arah dengan jelas selama berjalan di gua.

Terdengar cukup melelahkan nan merepotkan, namun semua peluh akan dibayar lunas panorama dan sensasi berbeda yang ditawarkan Sarasah Donat. Pastikan kamu menyiapkan perbekalan karena (tentu) tak akan kamu temui warung di sini. Jadi, benar bukan bila Lembah Harau tak hanya berisi ketenangan.

Sarasah Aie Angek

Air terjun yang satu ini belum banyak dikunjungi wisatawan, airnya agak panas berada arah keutara dari “Sarasah Murai”.

Aka Barayun

Aka Barayun memiliki keindahan air terjun yang mempunyai kolam renang, yang memberikan nuansa alam yang asri. Namun bagi anda pecinta olahraga panjat tebing juga dapat anda nikmati disini, karena memiliki bukit batu yang terjal dan mampu memantulkan suara (echo).

Dinding curam bukan hanya menjadi daya tarik bagi fotografer tetapi pemanjat tebing pun tertarik memanjat dinding di lembah ini dimana terdapat 300 lokasi panjat tebing. Di sisi lain, pagar tebing cadas yang curam telah menciptakan relief cantik sekaligus menantang terutama Anda yang menyukai olahraga panjat tebing.

Kecuraman tebing di tempat ini mencapai 90 derajat dengan ketinggian yang mencapai 150 hingga 200 meter Para pemanjat menjuluki lembah ini sebagai Yosemite-nya Indonesia.Tak salah rasanya jika Lembah Harau menjadi surga bagi pecinta panjat tebing. Di sinilah penggemar olahraga panjat tebing seperti menemukan surganya.

Rimbo Piobang

Sedangkan pada kawasan Rimbo Piobang sampai akhir tahun 2008 belum berkembang karena direncanakan untuk pembuatan Taman Safari.

Doni
Sumber:sahabatsuper.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here