Komitmen IKKM Jakarta Ikut Terlibat Dalam Penyelamatan Danau Maninjau

0
62

JAKARTA – Di masa lalu, Danau Maninjau, di Sumatera Barat pernah menjadi salah satu dari 5 danau terindah di dunia. Namun, danau tersebut saat ini sedang menghadapi masalah pencemaran serius. Sehingga perlu mendapatkan perhatian yang lebih agar kondisinya bisa kembali normal.

Berbagai upaya tengah dilakukan oleh pemerintah setempat, khususnya Pemda Kabupaten Agam, beserta masyarakat. Peneyebab utama kerusakan, khsusunya air danau yang dulunya berjuluk “Telaga Biru”, yang kini airnya telah berobah coklat kehitaman adalah kegiatan karamba jala apung (KJA) yang jumlah sudah melebihi kapasitas, yang berdampak buruk akan kualitas air, bahkan pencemaran lingkungan.

Ikatan Keluarga Koto Malintang (IKKM) Jakarta, adalah sebuah wadah organisasi keluarga perantau Kenagarian Koto Malintang di Jakarta dan sekitarnya, penduduk kampungnya tinggal di seputar danau Maninjau, merasa tergugah untuk ikut serta dalam upaya pelestarian Danau yang ekonomi masyarakatnya banyak bergantung dari danau ini.

Kepedulian masyarakat Koto Malintang yang ada di perantauan, yang tergabung dalam IKKM Jakarta dan sekitanya, terungkap saat acara Halalbihalal IKKM Jakarta, Minggu (22/7/2018) lalu di anjungan Sumatera Barat, TMII Jakarta Timur.

Ketua Umum IKKM Jakarta Amiruddin Sutan Amir, pada sambutannya mengatakan, IKKM akan berperan aktif dalam berbagai kegiatan Pemda.Agam, khususnya Salingka Danau. Masyarakat Salingka (selingkar) Danau Maninjau diperantauan yang terhimpun dalam Bamus P-SDM (Badan musyawaran Perantau Salingka Danau), tengah giat-giatnya dalam program “Save Maninjau”.

Andin, panggilan akrab Amiruddin, lebih lanjut menyebutkan, IKKM akan aktif dalam berbagai kegiatan Bamus P-SDM untuk menyelamatkan dan melestarikan danau Maninjau. “Danau Maninjau harus kita selamatkan” ujarnya.

“Wujud kepedulian kami IKKM Jakarta dan sekitarnya dalam mendukung program Bamus P-SDM, beberapa orang anggota IKKM terlibat dan berperan aktif di kepengurusan Bamus P-SDM dan panitia Festival Danau Maninjau” lanjut Andin.
Lebih lajut Andin menyebutkan, selain itu pengurus IKKM Jakarta dan sekitarnya dalam mendukung program Save Maninjau, Sanggar Sangriko IKKM Jakarta.

diikutsertakan dalam kegiatan Parade Tambua Tansa, di areal car free day, Minggu, 6 Juli lalu, pada rangkaian kegiatan Festival Danau Maninjau.
IKKM berkomitmen, terus terlibat aktif bersama Bamus P-SDM dalam rangka penyelamatan Danau Maninjau agar kembali dapat dihandalkan seperti semula sebagai tujuan wisata utama Indonesia.

Pada Sambutannya ini, Ketum IKKM Jakarta, mengutip sebuah pantun yang pernah disampaikan presiden pertama Indonesia Soekarno ketika berkunjung ke Maninjau.

“Jika makan pinang, makanlah dengan sirih hijau. Jangan datang ke Ranah Minang, kalau tak mapir ke danau Maninjau”. Presiden Soekarno menyampaikan pantun ini, karena beliau terpukau dengan keindahan Danau Maninjau. (Wisja)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here