Headlines

Kemenparekraf Gelar Product Update Pariwisata untuk Pasar Australia

Jakarta, Kabartravel.com – International Webinar bertajuk “Bali COVID-19 Safety Update” guna menyampaikan kebijakan serta informasi terkini mengenai destinasi wisata di Indonesia, digelar Selasa (17/6/2020).

Webinar kali ini secara khusus ditujukan untuk pasar Australia dan diikuti lebih dari 100 peserta dari industri travel di Australia.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Nia Niscaya mengatakan, tujuan dari webinar ini adalah untuk menjaga kepercayaan terhadap citra pariwisata Indonesia serta memfasilitasi industri-industri pariwisata Australia dengan Indonesia untuk mempertahankan hubungan kerja sama dalam menghadapi pariwisata di era normal baru.

Turut hadir dalam webinar ini Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Direktur Konstruksi dan Operasi ITDC Ngurah Wirawan, serta Founder & Director Ubud Food Festival dan Ubud Writers and Readers Festival, Janet DeNeefe.

Berdasarkan data tahun 2019, Australia merupakan penyumbang wisatawan terbesar kedua ke Bali setelah Cina. Tercatat tahun lalu wisman asal Australia yang berkunjung ke Bali sebanyak 1.241.128 orang.

Karena itu penting bagi Indonesia untuk dapat terus menjalin kerja sama dengan mitra-mitra industri pariwisata dari Australia. Termasuk dengan terus memberikan product update kepada industri di Australia.

“Dengan demikian pariwisata Indonesia diharapkan menjadi ‘top of mind’ dalam pilihan calon wisatawan, khususnya Australia,” kata Nia.

Nia mengatakan saat ini Indonesia terus berupaya dengan maksimal dalam menekan penyebaran virus COVID-19. Termasuk di Bali, salah satu destinasi wisata terbaik dunia.

Kemenparekraf sendiri telah menyiapkan handbook yang mengacu kepada standar global sebagai panduan teknis untuk pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Handbook ini merupakan turunan yang lebih detil dari protokol yang sedang disusun oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berdasarkan masukan dari Kemenparekraf untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

BACA JUGA :  Ayo Ikuti! Kompetisi Foto “Permata Kotaku” Keindahan Pariwisata Nusantara  

Dengan diterapkannya protokol ini dengan baik, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan. Hal ini sangat penting karena Gaining trust atau confidence adalah kunci dalam percepatan pemulihan, jadi harus sangat diperhatikan dan diimplementasikan.

“Kami akan memastikan yang terbaik untuk kebutuhan wisatawan nantinya di era normal baru. Kami optimistis dapat menyambut wisatawan kembali dengan pengalaman serta daya tarik yang baru nantinya,” kata Nia.

Ngurah Wirawan selaku pengelola kawasan Nusa Dua mengatakan, pihaknya telah siap untuk melaksanakan protokol kenormalan baru di sektor pariwisata. Mulai dari pintu masuk kawasan, saat wisatawan melakukan check in di hotel atau resort, di tempat aktivitas, serta saat mereka check out.

“Semuanya dilakukan dengan protokol yang mengedepankan faktor kebersihan, kesehatan dan keamanan. Namun dikemas dengan tetap konsep yang menyenangkan,” kata Ngurah.

Protokol-protokol ini nantinya tidak hanya ditujukan bagi para wisatawan, namun juga staf serta seluruh pihak yang berada di kawasan Nusa Dua. Sehingga wisatawan benar-benar nyaman menikmati berbagai atraksi dan destinasi yang ada di Nusa Dua.

Di saat yang bersamaan, Pemprov Bali bersama-sama masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menyiapkan diri dalam menghadapi era normal baru.

Diharaplan nantinya wisatawan Australia dapat kembali berwisata dan mengeksplorasi keindahan Bali dalam nuansa dan tatanan kenormalan baru yang sudah disiapkan dengan baik. (Wisja)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close