BANDUNG, Kabartravel.com — Dalam 5 tahun kedepan, Jawa Barat menetapkan bidang pariwisata sebgai lokomotif pembangunan daerah ini. Hal ini ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Barat.

Ada tiga destinasi pariwisata unggulan di Provinsi Jawa Barat (Jabar) yaitu Kota Bandung, Geopark Ciletuh di Pelabuhanratu, dan Pantai Pangandaran. Ketiga lokasi ini akan dikembangkan sebagai destinasi kelas dunia. Selain tiga lokasi tersebut, tentunya masih banyak destinasi pariwisata yang menjadi daya tarik Jawa Barat.

“Kami mengapresiasi kinerja Gubernur Jawa Barat beserta jajarannya yang mengedepankan pariwisata dalam rencana pembangunan 5 tahun ke depan. Industri pariwisata merupakan industri yang paling murah dan mudah. Pariwisata bisa meningkatkan PBD dan devisa serta membuka lapangan kerja. Pariwisata bisa menjadi industri yang terbesar dan terbaik,” kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya pada pembukaan Musrenbang RPJMD Provinsi Jawa Barat di Bandung (13/11) lalu.

Secara keseluruhan, pembangunan pariwisata saat ini menempati posisi 9 untuk pertumbuhan pariwisata di dunia, posisi 3 di Asia, dan posisi pertama di Asia Tenggara. Ini membuktikan bahwa industri pariwisata di Indonesia terus bertumbuh. Tahun 2019, pariwisata masuk di sektor unggulan.

Menpar menjelaskan, pariwisata menjadi penghasil devisa terbesar serta menjadi yang terbaik di regional dan internasional. Hal ini dibuktikan dengan Branding Wonderful Indonesia sudah mengalahkan Branding Thailand dan Malaysia.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan bahwa rencana pembangunan Jawa Barat dalam 5 tahun ke depan akan mengarah pada Jawa Barat Juara Lahir dan Batin. Hal ini sejalan dengan rencana bahwa pembangunan selama 5 tahun ke depan akan banyak melibatkan sektor pariwisata dalam peningkatan ekonomi masyarakat.

Pengembangan KEK Pariwisata
Menpar Arief Yahya menjelaskan bahwa pembangunan pariwisata di Jawa Barat akan semakin terarah dengan dilakukannya pembangunan KEK. Jawa Barat miliki 7 event dari 100 Calender of Event Nasional yang didukung oleh Kementerian Pariwisata. Sementara itu akan ada dua KEK yang akan dibangun yakni KEK Cikidang di Sukabumi dan KEK Pangandaran.

Menpar Arief Yahya mengatakan, proses untuk menjadikan sebuah daerah sebagai KEK Pariwisata memang tidak mudah, namun akan ada banyak kemudahan dari pemerintah pusat bila sudah terealisasi, baik itu infrastruktur, utilitas pasar, jalan, air, listrik hingga internet.
Lebih lanjut, Menpar mengatakan, proses penetapan pembangunan KEK paling cepat memakan waktu 3 bulan, perkiraannya proses ini akan selesai pada awal tahun 2019. Setelah penetapan, KEK bisa mulai dibangun dengan waktu pembangunan bervariasi, paling cepat selama satu tahun, ada pula yang memakan waktu hingga tiga tahun.

Kemudahan lain dalam proses pembentukan KEK, tidak diperlukan anggaran khusus, yang lebih dibutuhkan adalah ketersediaan lahan. Selain itu, untuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, Menpar Arief Yahya menjelaskan bahwa sudah ada regulasi yang memudahkan.
“Biasanya yang paling berat adalah Amdal, namun bagusnya, pemerintahan sekarang terkait Amdal, diberi keringanan, bisa dilakukan secara paralel,” pungkas Menpar Arief Yahya. (Wisja)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here