Headlines

Hotel di Sumbar Rumahkan 2500 Karyawan Akibat Efek Corona

Padang,Kabartravel.com ‐ Pengusaha hotel merumahkan 2.500 karyawan di Sumatra Barat (Sumbar) di tengah wabah virus corona. Sebelumnya, wabah itu telah menekan tingkat keterisian (okupansi) hotel di seluruh dunia.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumbar Maulana Yusran  mengungkapkan mereka saat ini dicutikan sementara.

Sebagian karyawan yang dirumahkan tidak mendapatkan gaji. Namun, ada beberapa hotel yang masih membayar separuh gaji karyawan yang dirumahkan.

Saat ini, tercatat 26 dari 80 hotel di Sumbar yang sudah tutup. Bahkan, dia memperkirakan ada beberapa hotel lagi yang akan tutup.

Maulana mengungkapkan hotel yang tutup tersebut sebagian besar berada di Kota Padang, seperti Hotel Amaris, Hangtuah, dan Deivan, serta beberapa hotel lainnya. Selebihnya terdapat di Kota Bukittinggi, Kabupaten Tanahdatar, dan Kepulauan Mentawai.

Anggota PHRI Sumbar membuat kesepakatan dengan pekerjanya dengan cara merumahkan karyawan untuk sementara waktu dan menghindari terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK).

Ia berharap pandemi itu segera berakhir di Indonesia, khususnya di Sumatra Barat. Ia juga berharap pada pemerintah daerah supaya melirik dampak dari penutupan hotel tersebut, salah satunya berdampak pada perekonomian.

“Peristiwa ini merupakan pertama kali yang sampai separah ini. Dahulu juga pernah ada musibah berupa gempa 2009. Namun, tidak separah ini, bahkan hanya menutup akses di Padang saja dan tidak sampai menutup semua akses lainnya,” katanya kepada Antara dan dikutip CNNIndonesia.com, Rabu, (8/04/2020).

Ia meminta pada pemerintah daerah untuk memberikan keringanan terhadap pembayaran pajak bumi dan bangunan pada tahun ini.

Menurut dia, kalaupun tagihan pajak tersebut diminta pemerintah, tidak akan ada pihak hotel yang akan sanggup membayar, mengingat kondisi keuangan saat pandemi COVID-19 saat ini.

BACA JUGA :  United Hotels Management Dipercaya Kelola Hotel Syariah "Hotel Cantik Syari Kebon Kacang"

“Kalau di daerah lain, sudah ada tindakan dari pemerintahnya mengenai hal ini. Akan tetapi, di sini saya rasa belum ada. Namun, kami sudah menyurati pemerintah di daerah kabupaten dan kota di sana disampaikan supaya pemerintah terbuka untuk persoalan ini ke depannya,” katanya menerangkan. 

Pada kesempatan terpisah sebelumnya, Deswin
Operational Manager Novotel Bukittinggi menyatakan, pihaknya menempuh dua cara dalam menghadapi situasi Corona ini.

Pertama memberikan hak cuti kepada karyawan tertentu sehingga mereka bisa melakukan isolasi di rumah.

Kedua, melakukan delay worker kepada sebagian besar karyawan, dengan demikian porsi pekerjaan mereka bisa diatur sesuai kebutuhan.

Hotel Novotel Bukittinggi,  kata Deswin, memiliki karyawan sebanyak 85 orang.

Hotel kerjasama dengan Pemprov Sumbar ini didirikan sejak 1995. Pada saat normal okupansi hotel ini mencapai 85 persen dari total 98 kamarnya. Sebagian besar tamu asing di hotel ini berasal dari Malaysia.

Sejak musim Corona tiba, tingkat hunian hotel ini anjlok sampai 30 persen.

(awe)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close