Heboh ” Manusia Kerdil” Video Suku Mente di Aceh

0
97

KABARTRAVEL.COM – Kini pembahasan penampakan sosok kerdil yang disebut-sebut Suku Mante tak hanya di dunia maya saja. Para tokoh mulai dari akademisi, sejarawan hingga pemerintah Provinsi Aceh ikut menanggapi hal itu secara serius.

Melansir Kompas.com, pengamat sejarah Aceh sekaligus dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Rusdi Sufi, menyebutkan, jika dilihat dari tinjauan ilmu pengetahuan, Suku Mante sudah tidak ada lagi di Aceh.
Baca: Mangkel Ditanya Soal Video Suku Mante, Begini Pesan Menohok Fredo Prastana

Suku Mante yang berukuran tubuh kecil ini bermukim di Aceh jauh sebelum Islam masuk sekitar abad ke-12. Seiring perkembangan zaman, semua hutan belantara Aceh sudah terjamah manusia.
Karena itu, dia yakin Suku Mante yang masih primitif sudah tidak ada lagi.
Rusdi mengatakan, Suku Mante adalah orang asli Aceh yang juga lebih dekat dengan Batak.

Selain itu juga dekat dekat Melayu.
Sementara itu, antroplog Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh Reza Indria, mengaku sedikit pesimis terhadap keberadaan Orang Mante di Aceh.

Hingga saat ini, belum pernah ada penelitian antropologi maupun temuan arkeologi yang mengatakan, sebagai sebuah suku, Mante punya jejak sebagaimana yang kerap diceritakan.
Satu-satunya sumber soal Mante, sebelum ada video viral yang masih harus diuji kevalidannya itu, cuma cerita dari mulut ke mulut.

“Jikapun ada, saya lebih suka menyebutnya orang Mante, daripada suku Mante. Karena ketika kita menyebut mereka sebagai suku kita tentu membayangkan ada sekelompok orang yang berbagi tata hidup, perilaku dan bahasa (baik verbal maupun isyarat) secara turun temurun,” jelas Reza Indria.
Bahkan, sebut Reza, ketika Snouck Hugronje, menulis bagian kecil tentang Mante sebagai asal usul Orang Aceh dalam monograph klasiknya yg berjudul “De Atjehers”, Snouck pun membayangkan Mante seperti orang Dayak di Borneo.

Selebihnya, Snouck juga meragukan keberadaan Mante seperti yang dideskripsikan dalam cerita-cerita yang ia dengar sebagai “orang kate yang telanjang, berambut panjang dan dipenuhi bulu lebat”.

Snouck menyatakan, semua sumber soal Mante diperolah dari keterangan kakek-kakek mereka.Termasuk sepasang Mante yg tertangkap dan dibawa ke hadapan Sultan Aceh, namun menolak bicara dan makan hingga mereka mati. “Itu merupakan cerita dari mulut ke mulut.”

“Artinya sejak 1891 ketika Snouck menulis De Atjehers juga tidak ada satu orang pun pernah melihat orang Mante lagi. Yang ada ketika itu adalah kata Mante yg digunakan untuk menyebut orang-orang pedalaman dan ketinggalan,” ujar Reza Indria.

Lulusan Harvard University ini pun menegaskan, jikapun Orang Mante memang masih ada, dia berharap mereka tetap aman dan selamat di habitatnya.

“Sebaiknya kita bahkan pemerintah hendaknya tidak mengganggu keberadaan mereka. Kita punya banyak masalah yang belum selesai, jangan menambah masalah bagi Orang Mante,” tegas Reza.
Baca: Mangkel Ditanya Soal Video Suku Mante, Begini Pesan Menohok Fredo Prastana.

Berbeda dengan Sejarawan Aceh, Adli Abdullah, menyatakan keberadaan Suku Mante ini tidak menutup kemungkinan masih ada. “Mungkin masih ada dan itu memang generasi yang kesekian dari Suku Mante tersebut,” ungkapnya, dikutip dari Kompas.com, Senin (27/3/2017).

Menurutnya dilihat dari video yang beredar, lokasi keberadaan mereka ada di kawasan hutan Jalin di Jantho Aceh Besar. Suku ini dulunya, lanjutnya, bermukim di kawasan Seulimum, yakni daerah yang berdekatan dengan Jantho.
“Mereka mungkin masih ada, namun dalam jumlah yang sudah sangat berkurang,” tekannya.

Berdasarkan sejarah Aceh yang dituliskan oleh sejarawan asal Belanda KFH van Langen, dalam bukunya yang berjudul Inrichting van Het Atjehsche Staatsbestuur Onder Het Sultanaat, disebutkan bahwa Suku Mante, atau yang juga disebut Suku Mantra atau Suku Mantir, adalah suku Melayu tua yang merupakan suku awal untuk penduduk di Pulau Sumatera.

Ada juga yang menyebut suku ini dulunya berasal dari suku daerah Batak kemudian berdomisili di kawasan pesisir Aceh.
Namun keberadaannya lama-kelamaan hilang karena terisolir dan tergusur banyaknya pendatang yang kemudian bermukim di pesisir Aceh.

Menurut alumnus bagian sejarah Universitas Science Malaysia (USM) ini, suku tersebut juga ada di Malaysia.
Namun, kini mereka sudah ditangani oleh pemerintahan di Jabatan Hal Ihwal Orang Asli di Malaysia.

“Kita berharap pemerintah Aceh juga harusnya bisa melakukan penelitian dan penelusuran tentang keberadaan Suku mante ini, jika masih ditemukan, maka harus dilakukan pembinaan terhadap mereka seperti juga yang dilakukan didaerah lainnya,” ujarnya.

Seperti menjawab keinginan Adli, Pemerintah Provinsi Aceh pun menyatakan akan menelusuri keberadaan suku tersebut.

Pemprov Aceh juga akan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk menelusuri informasi keberadaan Orang Mante tersebut.Rencananya, pemerintah Aceh pun akan melakukan penelitian secara mendalam.

“Langkah yang pertama bisa kita lakukan adalah melakukan penelitian secara mendalam,” kata Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin, Senin (27/03/2017), dikutip dari Kompas.com.
Bahkan, untuk mempermudah melakukan penelitian, pihaknya akan memanggil komunitas motor trail asal Banda Aceh itu untuk mempertanyakan kejadian yang sebenarnya. Termasuk lokasi tempat mereka menemukan yang diduga suku Mante.

Mulyadi mengaku akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait dan sejumlah stakeholder, termasuk dengan akademisi dan sejarawan mempertanyakan suku Mante. Mereka, sambung dia, siap melakukan penelitian mendalam terkait keberadaan suku Mante di Aceh.

“Bila memang suku Mante masih terdapat di Aceh. Pemerintah Aceh siap memfasilitasi dan membuka akses kepada mereka. Sehingga suku ini tidak lagi tinggal di hutan belantara,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, komunitas motor trail asal Banda Aceh menggunggah video diduga suku Mante yang lari saat bertemu dengan mereka. Temuan ini sempat direkam oleh salah seorang pengendara motor tersebut.

Setelah lari dari komunitas motor trail asal Banda Aceh itu, sosok yang diduga suku Mante itu dengan lincah berlari dan menyelinap ke dalam semak-semak ilalang. Komunitas motor trail ini pun mencoba untuk menulusuri mencari manusia yang tak berpakaian itu.

(TribunWow.com/Tinwarotul Fatonah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here