MAZRI Tanjung

PADANG, Kabartravel.com- Praktisi Pariwisata Sumatra Barat Mazri Tanjung meminta Pemda se Sumatra Barat tetap memokuskan program pariwisata, sebab sektor ini terbukti berkembang sampai sekarang.

“Sejatinya Pemda Propinsi dan kabupaten kota se Sumbar tetap memfokuskan pengembangan sektor pariwisata ke depannya. Sebab cuma sektor ini yang berkembang pesat sampai sekarang,” kata General Manager Grand Inna Hotel Padang Mazri Tanjung kepada wartawan, akhir pekan lalu, di Padang.

Perkembangan sektor pariwisata Sumbar, jelas Mazri, bisa dirasakan sendiri oleh manajemen Hotel Grand Inna Padang, dimana tingkat hunian hotel bisa mencapai 60 – 70 persen per bulannya.

Demikian pula halnya, tingkat pemakaian ruang pertemuan di Hotel Berbintang IV tersebut bisa menembus utility 70 persen dari total 1800 sampai dengan 2000 tempat duduk teater.

Dari sisi penjualan space hotel untuk kepentingan caffe pengunjung juga semakin membaik. “Kondisi ini menunjukan tingkat pemakaian kamar, ruang pertemuan dan makan minum semakin membaik,” ujar Mazri.

Perkembangan ini, tutur Mazri, telah memicu sentimen positif dari investor untuk membangun hotel dan ruang pertemuan skala besar yang baru di Sumbar.

Dalam catatan Mazri, ada sejumlah hotel baru yang akan segera dibangun di Sumbar, diantaranya The Primier by Grand Zuri Hotel di Padang,
Hotel Santika Padang, Hotel Santika Bukittinggi, Davam Hotel di Padang dan
Ocean Beach Hotel di Pantai Padang.

Selain itu, juga akan dibangun satu convention centre baru di kawasan Bukit Lampu, Purus Padang dan Painan oleh Pemda Sumbar.

Pembangunan investasi hotel dan ruang pertemuan tersebut, menurut Mazri, tidak bisa dipungkiri sebagai bukti bahwa perkembangan sektor pariwisata akan lebih baik lagi ke depannya.

Oleh sebab itu, sebagai praktisi perhotelan yang telah bekerja hampir 30 tahun, Mazri memandang penting Pemda Sumbar tetap fokus membangun sektor pariwisata.

Bangun fasilitas wisata

Berkaitan dengan gagasan membangun Profil Pariwisata Baru Sumbar, Mazri berharap gubernur, bupati dan walikota se Sumbar bisa duduk bersama dengan stake holder pariwisata merencanakan, membahas dan memutuskan bentuk pembangunan fasilitas wisata baru.

Rencana ini, kata Mazri, penting dibuat untuk diversifikasi fasilitas wisata di seluruh Sumbar. “Kita berharap ada icon khusus di setiap kabupaten dan kota, sehingga tamu punya banyak alternatif kunjungan,” papar Mazri.

Pola ini, sebut Mazri, akan menambah bobot kunjungan wisatawan lokal, regional dan mancanegara ke Sumbar. Sebab potensi alam Sumbar sangat memungkinkan dikembangkan menjadi objek wisata baru, asal dikonsep dengan benar.

Untuk itu, Mazri juga mengimbau kepada media untuk kembali memotivasi dan menggerakan partisipasi semua pihak dalam menggenjot kepariwisataan Sumbar ke depannya. (awe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here