JAKARTA – Penampilan sanggar Galang Dance Community, asal kota Padang, mewakili Indonesia pada Wold Cup of Folklore yang dilangsungkan di kota Veliko Tarnovo, Bulgaria pada 10-20 Mei 2018, sukses meraih medali emas.

Balang Dance Commonity, pipinan Deslenda yang juga merangkap sebagai penata tari, membawakan Tari Piring Bajamba. Tari khas Minang ini dibawakan oleh 5 (lima) orang penari, sukses memukau penonton dan juri.

Tarian ini menceritakan tradisi jamuan makan masyarakat Minangkabau, yang dikenal dengan sebutan “Makan Bajamba”. Yang spesial dari tarian kreasi ini dan mampu membuat kagum penonton adalah selain dinamika, tarian dan kekompakan para pesonelnya menari sambil memegang piring, serta atraksi membenturkan piring hinggah pecah berantakan pada akhir tarian.

Tarian ini diiringi musik dan nyanyian secara langsung oleh salah seorang anggota tim.
Tari kreasi yang bersumber dari tari piring klasik ini berhasil meraih nilai tertinggi dari juri, dan berhasil mempersembahkan medali emas untuk Indonesia.

Tari Piring Bajamba mendapat perhatian khusus dari juiri dibanding tarian lainnya yang dibawakan oleh Tim Galang Dance yaitutari Baribuk Indang, yang merupakan kolaborasi dua kesenian tradisi Randai dan Indang, serta tari Rantak.

Dalam kejuaraan ini, Indonesia bersaing dengan berbagai tim yang berasal dari sekitar 20 negara di dunia. Menurut Deslenda, pimpinan Galang Dance Community, tim Indonesia kekurangan jumlah penari , untuk tampilan lebih kolosal dan menarik. Seperti tim India, berhasil memenangkan juara grandprix karena mereka didukung jumlah penari yang berjumlah sekitar 25 orang.

Dubes RI untuk Sofia, Sri Astari Rasjid, yang ikut memberikan supor secara langsung kepada tim Indonesia, mengapresiasi prestasi yang dihasilkan oleh tim Indonesia yang diwakili Galang Dance Community, asal Sumatera Barat, turut mengharumkan nama bangsa di forum international.

Dubes Astari berharap, Galang Commonity terus ikut berpartisipasi di kompetisi kelas dunia lainnya mengingat penampilan tim ini yang sangat bagus dan dinamis. “Dengan keikutsertaan tim tari Indonesia dalam kompetisi internasional seperti ini diharapkan juga akan turut mendukung upaya pelestarian kesenian tradisional Indonesia” harap Astari. (Wisja Sikumbang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here