Festival Bakcang dan Lamang Baluo, Pertama di Dunia dan Bakal Dicatat Rekor MURI

0
778

Padang, Kabartravel.com – Masyarakat Sumbar, pada Juni mendatang tepatnya 6 – 7 Jini 2019, bakal menyaksikan peristiwa unik dan menarik, bersandingnya dua produk kuliner dari dua daerah, bahkan negara berjauhan. Bakcang makanan khas Tiongkok, dan Lamang Baluo, dari Ranah Minang (Sumbar), bakal bersanding dalam sebuah perhelatan yang bertajuk festival 10.000 bakcang dan 10.000 Lamang Baluo.
Festival yang akan berlangsung di Jalan Barang Arau, Jembatan Siti Nurbaya, Kota Padang tersebut, bukan sekedar menampilkan dua makan khas dari budaya yang berbeda, namun bakal dicatat di museum rekor MURI, sebagai tampilan Bkcang dan Lamang Baluo terbanyak dalam satu festival.

Ketua Umum Festival, Tuako Alam Gunawan T mengatakan festival tersebut dilaksanakan dalam rangka mempromosikan wisata, kuliner, dan budaya serta turut memajukan perekonomian masyarakat Sumbar, khususnya dibidang kuliner.
Lebih jauh Alam Gunawan menyebutkan, seperti dilansir Prokabar.com, festival ini untuk memajukan pariwisata dan serta mengembangkan dan melestarikan kuliner lokal di Sumbar. Selain itu, juga untuk memperkenalkan dan melestarikan seni dan budaya Sumbar dengan menampilkan beragam pakaian, tarian, dan musik daerah melalui panggung hiburan nantinya.

“Target kita dengan even ini dapat menarik 15.000 pengunjung yang terdiri dari wisatawan mancanegara, wisatawan nusantara, dan masyarakat lokal,” ungkap Alam, usai melakukan pertemuan dengan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, di Rumah Dinas Gubernuran, Senin (14/1) lalu.
Selain itu, Alam menyampaikan festival yang akan dilaksanakan selama dua hari ini juga akan meningkatkan perekonomian masyarakat (UMKM) Sumbar, khususnya Kota Padang. “Kita akan melibatkan masyarakat setempat dalam pembuatan dan penjualan makanan dan oleh-oleh, serta mendatangkan wisatawan mancanegara yang akan berbelanja,” ucapnya.

Lebih lanjut, Alam menyatakan Festival 10.000 Bakcang dan 10.000 Lamang Baluo ini diharapkan dapat mendukung program pemerintah yang menargetkan 20 juta wisatawan mancanegara dan 275 juta wisatawan nusantara pada tahun 2019.
Sementara itu, Raseno Arya, pejabat dari Kementrian Pariwisata RI yang juga ikut dalam pertemuan tersebut menyampaikan ia mewakili Kementerian Pariwisata RI sangat mendukung diselenggarakannya Festival 10.000 Bakcang dan 10.000 Lamang Baluo tersebut.

“Saya mendukung sekali karena festival ini dilaksanakan untuk pertama kalinya di Indonesia. Dan festival ini sangat unik karena menyatukan kuliner antara dua budaya yaitu Minangkabau dan Tionghoa. Sumbar nantinya akan menjadi contoh bagi provinsi lain bagaimana menjalin kebersamaan yang baik antar budaya berbeda ,” tuturnya.

Raseno berharap festival yang akan dilaksanakan dua hari setelah Hari Raya Idul Fitri ini bisa berlangsung sukses. “Ini akan menjadi suatu yang spektakuler karena diselenggaran dua hari setelah lebaran, mudah-mudahan akan banyak masyarakat yang hadir. Jika festival ini berlangsung sukses, festival ini akan kita gelar setiap tahun,” tukas Raseno.
Sementara itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyatakan dukungan dengan digelarnya Festival 10.000 Bakcang dan 10.000 Lamang Baluo tersebut karena akan berdampak kepada kemajuan Pariwisata Sumbar.

“Ini festival yang bagus dan kreatif, dimana memadukan dua jenis kuliner dari budaya masyarakat yang berbeda, Tionghoa dengan Bakcang dan Minagkabau dengan Lamang Baluonya. Berbagai kesenian juga akan ikut serta, ini luar biasa karena melibatkan banyak aspek. Pemprov Sumbar akan mendukung, Kemenpar RI juga, karena festival ini berpotensi mendatangkan wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. Dan tidak hanya itu, festival ini juga akan dicatat di rekor MURI. Semoga acara ini berlangsung sukses,” harap Irwan. (Wisja)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here