Headlines

Doktor Crhysnanda Dl Bicara Soal Mas Darwis, Masyarakat Sadar Wisata Tanamkan Cinta Tanah Air

DOKTOR CHRYSNANDA DL BICARA SOAL MAS DARWIS (MASYARAKAT SADAR WISATA) TANAMKAN CINTA TANAH AIR

CRHYSNANDA, kabartravel.com – Brigjen Pol Dr Chryshnanda DL Msi, seorang Polisi yang sangat peduli dengan dunia Kepariwisataan menjelaskan bahwa pariwisata merupakan suatu program yang Holistik dari Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Keamanan, Keselamatan, Transportasi, Komunikasi bahkan hingga ideologipun akan saling terkait.

Membagun pariwisata dapat berbasis wilayah, maupun secara ketegorial, kepentingan , fungsional. Membangun kesadaran daerahnya menjadi tempat tujuan pariwisata merupakan suatu penyelamatan Bangsa, Negara. Mengapa demikian?

Secara politik tentu kebijakan-kebijakan akan mendukung hidup dan tumbuhnya suatu daerah wisata. baik dari transportasi , komunikasi, berbagai pelayanan publik dari yang primer dan sekunder. Keamanan dan rasa aman, diwilayahnya baik dari aktifitas sampai barang milik warga, masyarakat maupun para Wisatawanya.

keselamatan yang akan terus diupayakan, Modernisasi sistem pelayanan publik yang cepat, tepat, akurat, transparan, akuntabel, informatif dan mudah diakses.
Dari sisi ekonomi akan memberikan devisa dan menarik investor mengembangkan investasinya. Peningkatan kualitas hidup warga pun akan meningkat.

membangun pariwisata sama dengan membangun Ikon yang akan menjadi simbol atau issue yang akan diperbincangkan di semua lini, baik formal maupun informal.
Tatkala membahas ikon maka yang ditunjukkan adalah karakter yang dapat dikategorikan dari :
1. Kompetensi
2. Komitmen
3. Keunggulan
4. Jejaring
5. Kepercayaan

1. Kompetensi Daerah Wisata
ditunjukkan dari tingkat kemampuan warganya yang sadar akan keamanan, kenyamanan, kecepatan, kedekatan, persahabatan, keramah tamahan, keindahan, kebersihan, hingga kelezatan kulinernya dikelola secara profesional.

Tatkala pendekatan kompetensi dan penanganan secara profesional. ini merefleksikan tingkat rasionalitas yang tinggi, yang bermakna mampu memahami bukan minta dipahami, mampu menghormati, mampu menyelesaikan konflik secara beradab, mampu memberdayakan potensi yang ada baik secara Ekonomis.
Dengan demikian potensi-potensi konflik anarkis yang berbasis primordial, adu domba, kejahatan dari jalanan hingga antar Negara dapat diatasi masyarakat.
menyadar menjual keindahan menjadi daya tarik dan keunggulan tersendiri. Masyarakat sadar dan berani terang-terangan mendeklarasikan anti. Premanisme, pemerasan, pemalakan, isue sara, KKN.

BACA JUGA :  Menpar Ajak Pers Terapkan Jurnalisme Ramah Pariwisata

2. Komitmen Dari Seluruh Pemangku
kepentingan untuk mewujudkan standar-standar ikon bagi Wilayahnya, Kemasyarakatanya, seni budayanya, keindahanya, kebersihanya, keamanan, keselamatan, pelayanan primanya secara administrasi, secara hukum, bahkan secara moral dapat ditunjukkan dan dipertanggungjwabkan.

3.Keunggulan Akan Menjadi Ikon. yang merupakan refleksi dari suatu upaya meningkatkan kualitas secara dinamis, kreatif, inovatif dan Berdaya saing serta menjadi karakter wilayahnya. Dengan berbagai keistimewaan yang secara kualitas, kuantitas diakui memiliki standar prima dan berdampak signifikan bagi hidup dan kehidupan sosial kemasyarakatanya.

4. Untuk mewujudkan hal-hal di atas diperlukan adanya jejaring yang akan menjadi mitra, menjadi soft power untuk memberdayakan, menguatkan, membuka peluang, memotivasi, hingga pemecahan masalah. dengan adanya jejaring yang luas di semua lini akan memudahkan dalam mengatasi berbagai potensi konflik dari yang komunal hingga konflik sosial. bahkan bisa mencegah, menemukan akar masalah, menemukan solusi yang dapat diterima oleh semua pihak.

5. Kepercayaan / trust, ini merupakan puncak dari berbagai program pariwisata. Tatkala trust ini begitu tinggi maka akan menjadi dahsyat, penuh kreatifitas, inovasi yang membawa dampak secara signifikan yang dapat memberi harapan hidup, dan penghidupan warga masyarakat.
Membangun Pariwisata selain menyadarkan dan mencerdaskan. ini juga memberi kehidupan dan menghidupkan.‎

Budi Yuniarsa

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close