Logo WoderfulIndonesia, yang selama ini dipakai (Ist)

Jakarta, Kabartravel.com – Branding WoderfulIndonesia, direncanakan dalam waktu dekat akan dirobah. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio memastikan branding Wonderful Indonesia atau Pesona Indonesia bakal segera berubah.

Logo dan branding tersebut selama ini lekat dalam setiap promosi pariwisata Indonesia, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

“Wonderful Indonesia akan tetap ada sampai nanti diganti yang baru yang akan launching pada Agustus 2020, tepat saat perayaan 75 tahun Indonesia merdeka,” kata Tama di Jakarta usai peluncuran Calender of Event Lombok Sumbawa 2020, Rabu (22/1/2020).

Perubahan logo dan branding tersebut, sambung dia, disesuaikan dengan perkembangan zaman. Ia menyebut logo baru nantinya akan dirancang lebih kekinian dan sesuai kebutuhan.

Menurut Tama, branding tersebut nantinya tidak hanya dipakai untuk kepentingan promosi pariwisata, tetapi juga untuk sektor lainnya. “Ada ekonomi kreatif, untuk investasi, perdagangan,” terangnya.

Logo dan branding akan dibuat seunik mungkin dan diselaraskan dengan riset tentang branding Indonesia di masa depan. Hal itu berbeda dari logo Kemenparekraf baru yang dinilai lebih resmi. Ia beralasan hal itu agar tidak ada kerancuan antara logo Kemenparekraf dan Wonderful Indonesia.

Logo Wonderful Indonesia setidaknya sudah dipakai sejak 2017. Dalam buku Pedoman Aplikasi Brand & Design yang dikeluarkan Kementerian Pariwisata diterangkan arti Wonderful Indonesia merupakan janji pariwisata Indonesia kepada dunia.

Disimbolkan dengan burung karena unggas itu adalah satwa dengan populasi terbesar di Indonesia dan salah satunya menjadi lambang negara. Burung juga suka berkelompok yang melambangkan hidup damai antarsesama di alam. Sementara, rentangan sayap menggambarkan keterbukaan, hasrat untuk terbang jauh, melintas batas. Sifatnya semesta, dikenali oleh semua.

Perubahan logo Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menjadi keniscayaan lantaran ada penggabungan dua sektor. Namun, banyak yang menilai logo baru Kemenparekraf terlalu kaku.

Terkait hal itu, Wishnutama menegaskan hal itu disengaja lantaran logo kementerian haruslah resmi dan mengandung lambang negara. Ia meminta agar publik membandingkan logo baru Kemenparekraf dengan logo kementerian yang membawahi turisme di negara lain, seperti Inggris dan Australia.  (Wisja)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here