New York, Kabartravel.com – Angklung, alat musik khas Sunda, untuk pertama kalinya diperdengarkan di dalam markas PBB. Seni budaya Indonesia kembali menggetarkan panggung dunia.

Pertunjukan tersebut merupakan kolaborasi 30 seniman dari Saung Angklung Udjo (SAU) Kota Bandung Jawa Barat dan House of Angklung, ditambah para penari dari Padepokan Jugala Raya binaan Gugum Gumbira.
Tak kurang 500 diplomat dari 193 negara dan pejabat tinggi PBB yang memenuhi ruangan ECOSOC, dibuat tercengang dengan pagelaran mahakarya Indonesia tersebut.

“Alunan angklung untuk pertama kali terdengar di dalam gedung PBB New York. Dan, ratusan diplomat asing terkesima karena langsung dapat belajar dan berpartisipasi dalam orkestra musik tradisional Indonesia yang bertajuk Bamboo for Peace: Enchanting Sounds and Rhythms of Indonesia , awal Mei lalu.
“Pagelaran ini diselenggarakan dalam rangka perayaan Hari Keanekaragaman Budaya untuk Dialog dan Pembangunan Dunia. Sekaligus juga menegaskan komitmen Indonesia untuk selalu mengedepankan harmoni dan kemitraan dalam hubungan antar-bangsa.

Pagelaran diselenggarakan oleh Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) New York, dan didukung oleh KBRI Washington DC juga Kementerian Pariwisata. Angklung dipilih bukan hanya karena memiliki filosofi harmoni dan perdamaian. Namun, karena alat musik tersebut sejak 2010 telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan Budaya Dunia.

Untuk menambah kemeriahan, pada bagian akhir pertunjukan, ratusan penonton diajak bergabung dalam orkestra angklung. Mereka diajak bersama-sama memainkan lagu “We are the World”, yang dipopulerkan oleh Michael Jackson. Hal ini dimaksudkan untuk menggaungkan pesan agar seluruh negara anggota PBB bersatu dan kompak dalam menciptakan perdamaian dunia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat senang. Menurutnya penampilan seni budaya Indonesia merupakan bukti kayanya seni budaya Indonesia. Sekaligus langkah strategis memperkuat promosi pariwisata.
“Ini merupakan gambaran baik terhadap kekayaan seni budaya Indonesia. Apalagi pangungnya langsung di Markas Besar PBB. Momentum seperti ini harus terus kita maksimalkan, sehingga seni budaya Indonesia semakin dikenal dunia. Budaya selalu menjadi magnet untuk menjaring wisatawan mancanegara. Sebanyak 60 persen wisatawan datang karena kekayaan budaya kita,” ujarn Arief Yahya.

Wisja Sikumbang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here